Ekbis

Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Jawa Timur Terus Diperkuat, Pemprov Bangun Duplikasi Jembatan Ngabungan hingga Pelebaran Jalan Strategis

3253
×

Infrastruktur Jalan dan Jembatan di Jawa Timur Terus Diperkuat, Pemprov Bangun Duplikasi Jembatan Ngabungan hingga Pelebaran Jalan Strategis

Sebarkan artikel ini

Surabaya, abahtindik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga terus mempercepat pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan serta jembatan di sejumlah daerah guna mendukung kelancaran konektivitas antarwilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sejumlah proyek strategis yang menjadi perhatian meliputi pembangunan duplikasi Jembatan Ngabungan di Kabupaten Tuban, rekonstruksi dan pelebaran jalan Guyangan–Simpang Candi di Kabupaten Nganjuk, hingga penggantian Jembatan Biluk di Kabupaten Bondowoso.

Pembangunan duplikasi Jembatan Ngabungan dilakukan pada ruas jalan jurusan Punco–Jatirogo menuju perbatasan Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Link 146 Kabupaten Tuban. Proyek ini dilaksanakan karena jembatan lama yang memiliki lebar 6,5 meter dan panjang 25 meter sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang terus meningkat.

Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membangun jembatan baru yang berdampingan dengan jembatan eksisting dengan spesifikasi lebar 8,5 meter dan panjang 25,6 meter. Kehadiran jembatan baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas, memperlancar arus transportasi barang dan jasa, serta mengurangi potensi kemacetan pada jalur penghubung Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Selain pembangunan jembatan, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur juga melaksanakan rekonstruksi dan pelebaran jalan pada ruas Guyangan–Simpang Candi di Link 173 Kabupaten Nganjuk. Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Dinas PU Bina Marga Jawa Timur melakukan peliputan langsung terhadap progres pekerjaan sebagai bagian dari keterbukaan informasi publik.

Pekerjaan rekonstruksi meliputi pengaspalan ulang pada ruas yang mengalami kerusakan, perbaikan sistem drainase guna mencegah genangan air, serta penambahan marka jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Sementara itu, pelebaran jalan dilakukan dengan menambah lebar jalan dari 6 meter menjadi 7 meter guna meningkatkan kapasitas lalu lintas dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Di wilayah timur Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Jember juga melaksanakan proyek penggantian Jembatan Biluk yang berada di KM 4+450 pada ruas jalan Bondowoso–Situbondo. Proyek yang didanai melalui APBD Provinsi Jawa Timur tersebut dilakukan sebagai upaya peremajaan terhadap jembatan lama yang telah berusia cukup tua dan memerlukan peningkatan kualitas struktur.

Penggantian Jembatan Biluk menjadi langkah strategis untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat yang melintasi jalur Bondowoso–Situbondo. Selain meningkatkan aspek keselamatan, proyek tersebut juga diharapkan mampu mengurangi hambatan lalu lintas dan meningkatkan efisiensi transportasi yang menjadi penunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Berbagai proyek pembangunan jalan dan jembatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan infrastruktur transportasi yang lebih baik, aman, dan berkelanjutan. Dengan meningkatnya kualitas jalan dan jembatan di berbagai wilayah, konektivitas antardaerah diharapkan semakin kuat, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih efisien, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Reporter: Subardi, S.E.
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.