Ekbis

Renovasi Stadion Kanjuruhan Senilai Rp331 Miliar Hampir Rampung, Siap Lahir Kembali sebagai Stadion Modern Berstandar FIFA

3253
×

Renovasi Stadion Kanjuruhan Senilai Rp331 Miliar Hampir Rampung, Siap Lahir Kembali sebagai Stadion Modern Berstandar FIFA

Sebarkan artikel ini

Malang, abahtindik.com – Renovasi Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang yang menjadi salah satu proyek strategis nasional pascatragedi Kanjuruhan terus menunjukkan progres signifikan. Dengan nilai kontrak mencapai Rp331 miliar termasuk PPN, proyek yang dikerjakan oleh Waskita-Abipraya KSO tersebut ditargetkan selesai pada 26 Desember 2024 dan digadang-gadang menjadi simbol kebangkitan sepak bola Indonesia sekaligus wajah baru olahraga di Kabupaten Malang.

Proyek yang dimulai sejak September 2023 itu bukan sekadar pekerjaan konstruksi biasa. Renovasi Stadion Kanjuruhan menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan stadion yang lebih aman, nyaman, dan memenuhi standar keselamatan internasional setelah tragedi yang terjadi pada Oktober 2022 yang merenggut ratusan korban jiwa.

Perwakilan Waskita-Abipraya KSO, Vino, mengatakan renovasi dilakukan untuk menghadirkan stadion yang benar-benar berbeda dari sebelumnya, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan maupun pengelolaan penonton.

“Stadion Kanjuruhan diharapkan menjadi kebanggaan baru masyarakat Kabupaten Malang. Tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Menurut Vino, salah satu pekerjaan terbesar dalam proyek ini justru tidak terlihat oleh masyarakat karena berada pada bagian struktur utama stadion. Tim pelaksana melakukan perbaikan dan penguatan struktur secara menyeluruh di area bawah tribun yang selama puluhan tahun mengalami penurunan kualitas akibat usia bangunan dan tingginya intensitas penggunaan.

Stadion Kanjuruhan sendiri mulai dibangun pada awal tahun 2000-an dan diresmikan pada 2004. Selama hampir dua dekade digunakan, stadion beberapa kali mengalami overkapasitas penonton sehingga membutuhkan pembenahan besar agar sesuai dengan standar keselamatan modern.

Selain penguatan struktur, renovasi juga mencakup pembangunan ulang lapangan sepak bola sesuai guidelines FIFA, pemasangan kursi tunggal (single seat) di tribun penonton, perbaikan sistem akses keluar masuk stadion, penataan gate, pembangunan ulang lintasan atletik, pembaruan atap space frame, hingga modernisasi berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Pemasangan kursi tunggal menjadi salah satu perubahan paling signifikan. Kehadiran kursi permanen di setiap tribun tidak hanya meningkatkan kenyamanan penonton, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian kapasitas stadion sehingga jumlah penonton dapat dikontrol secara lebih akurat melalui sistem tiket.

“Dengan adanya kursi, panitia pelaksana akan lebih mudah melakukan pengaturan kapasitas. Ini menjadi bagian penting dari upaya menciptakan stadion yang aman dan tertib,” jelas Vino.

Waskita-Abipraya KSO optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target. Untuk mempercepat progres, sejumlah metode percepatan pekerjaan telah diterapkan setelah mendapat persetujuan dari satuan kerja pelaksana Kementerian PUPR.

Optimisme tersebut didukung capaian pekerjaan yang telah mendekati tahap akhir. Bahkan setelah proyek selesai, kontraktor masih memiliki tanggung jawab pemeliharaan selama 360 hari kalender, sehingga seluruh fasilitas baru akan tetap mendapatkan pendampingan teknis hingga akhir masa pemeliharaan.

Vino mengungkapkan bahwa tantangan terbesar proyek ini bukan berasal dari aspek teknis semata, melainkan dari tanggung jawab moral untuk menghadirkan stadion yang mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat setelah tragedi Kanjuruhan.

Menurutnya, seluruh tim berupaya memastikan bahwa stadion yang baru dapat menjadi simbol perubahan dan pembelajaran penting bagi dunia olahraga Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan stadion yang 180 derajat lebih baik. Stadion yang aman, nyaman, modern, dan menjadi kebanggaan masyarakat Malang,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, pengawasan proyek dilakukan secara ketat melalui koordinasi harian antara penyedia jasa, manajemen konstruksi, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, satuan kerja pelaksana, serta Kementerian PUPR. Evaluasi progres dilakukan setiap minggu melalui rapat resmi dan laporan prestasi pekerjaan yang menjadi dasar pengendalian mutu dan target penyelesaian.

Selain itu, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian utama. Seluruh pekerja mendapatkan briefing keselamatan setiap hari melalui kegiatan toolbox meeting sebelum memulai pekerjaan di lapangan.

Dengan anggaran negara sebesar Rp331 miliar, proyek renovasi Stadion Kanjuruhan menjadi salah satu investasi infrastruktur olahraga terbesar di Jawa Timur dalam beberapa tahun terakhir. Kehadirannya diharapkan tidak hanya mengangkat prestasi olahraga daerah, tetapi juga menggerakkan sektor ekonomi, pariwisata, usaha mikro, hingga industri kreatif yang tumbuh di sekitar kawasan stadion.

Jika seluruh target tercapai sesuai jadwal, maka akhir Desember 2024 akan menjadi momentum lahirnya wajah baru Stadion Kanjuruhan—sebuah stadion modern berstandar FIFA yang diharapkan menjadi simbol kebangkitan, keselamatan, dan kebanggaan baru bagi masyarakat Malang serta pecinta sepak bola Indonesia.

Reporter: Rijen Senario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.