Gaya HidupHeadline

Jelang Ramadan, Warga Desa Dono Lestarikan Tradisi Nyekar dan Doa Bersama

×

Jelang Ramadan, Warga Desa Dono Lestarikan Tradisi Nyekar dan Doa Bersama

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG – abahtindik.com | Menyambut Bulan Suci Ramadan, warga Dusun Gedong, Dusun Dawung, dan Dusun Winong, Desa Dono, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung menggelar tradisi “Nyekar lan Dongo Sareng” di pemakaman leluhur Dusun Gedong, Selasa 17 Februari 2026.

Sejak pagi, warga berdatangan ke area pemakaman untuk membersihkan pusara keluarga, menabur bunga, dan memanjatkan doa. Tradisi ini menjadi agenda rutin menjelang Ramadan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus penguatan nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil yang diikuti warga secara khidmat. Doa bersama dipimpin Kepala Dusun Gedong, Juwariadi.

Juwariadi mengatakan, tradisi nyekar bersama merupakan warisan turun-temurun. Dahulu warga berziarah secara pribadi, namun kini dilaksanakan bersama agar lebih tertib dan mempererat silaturahmi. Ia menyebut dukungan pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat membuat kegiatan berjalan lancar.

Keterangan foto :
Warga Dusun Gedong, Desa Dono, Kecamatan Sendang, Tulungagung menggelar tradisi Nyekar dan Doa Bersama di pemakaman leluhur menjelang Ramadan. Kegiatan diisi dengan ziarah makam, pembacaan Yasin, dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu. Dok. abahtindik.com.

Menurutnya, tradisi ini tidak hanya dilaksanakan menjelang Ramadan, tetapi juga akan kembali digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Sekretaris Desa Dono, Gunawan, menilai nyekar bersama menjadi penguat solidaritas warga. Selain mendoakan leluhur, kegiatan ini juga menjadi momen introspeksi diri sebelum memasuki Ramadan.

Ia berharap tradisi tersebut terus dilestarikan sebagai bagian dari nilai luhur masyarakat Desa Dono yang masih terjaga hingga kini.

Reporter: Endi Sunaryo
Editor: Kiki Juanda

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.