SURABAYA – abahtindik.com | Pemerintah Kota Surabaya mempercepat proses survei dan verifikasi batas lahan untuk proyek Jalan Alternatif Dharmahusada–MERR. Langkah ini menjadi kunci sebelum lahan resmi diserahkan sebagai Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum dan masuk tahap konstruksi fisik.
Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya, DPRKPCKTR Kota Surabaya, serta pengembang PT Sinar Galaxy turun langsung ke lapangan. Mereka memastikan batas lahan sesuai dokumen perencanaan dan siteplan.

Keterangan Foto:
Tim survei melakukan pencocokan peta dan verifikasi titik koordinat di lapangan sebagai bagian dari percepatan serah terima lahan proyek Jalan Alternatif Dharmahusada–MERR di Surabaya Timur. Pemeriksaan ini difokuskan pada kesesuaian batas fisik dan dokumen perencanaan sebelum masuk tahap konstruksi.
Dok. abahtindik.com
Sumber: DSDABM Kota Surabaya.
Pengukuran dilakukan pada titik koordinat, luas area, serta batas fisik tanah. Sinkronisasi ini penting untuk mencegah selisih data saat administrasi serah terima dilakukan. Pemerintah kota menekankan ketepatan dokumen agar proyek tidak tersendat di tahap awal.
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga memeriksa kesiapan teknis rencana pembangunan jalan. DPRKPCKTR mengevaluasi kesesuaian tata ruang dan legalitas perizinan. Pihak pengembang mencocokkan dokumen administrasi dengan kondisi riil di lapangan.
Tahap verifikasi ini menentukan apakah lahan dapat dicatat resmi sebagai PSU. Kepastian status hukum menjadi syarat mutlak sebelum pekerjaan fisik dimulai. Tanpa kepastian ini, proyek berisiko tertunda atau berpotensi menimbulkan sengketa di kemudian hari.

Keterangan foto : Tim gabungan melakukan peninjauan lapangan menyusuri area lahan dan saluran eksisting dalam rangka verifikasi batas fisik proyek Jalan Alternatif Dharmahusada–MERR di Surabaya Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari percepatan proses serah terima Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum sebelum tahap konstruksi dimulai.
Dok. abahtindik.com
Sumber: DSDABM Kota Surabaya.
Jalan Alternatif Dharmahusada–MERR dirancang untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Surabaya Timur. Kawasan ini menanggung beban kendaraan tinggi pada jam sibuk, terutama di jalur penghubung permukiman dan pusat aktivitas ekonomi.

Keterangan foto :
Kondisi ruas Jalan Alternatif Dharmahusada–MERR di Surabaya Timur yang masih berupa perkerasan tanah dan batu, dengan kendaraan terparkir di sisi jalan. Area ini menjadi bagian dari rencana penataan dan peningkatan infrastruktur setelah proses verifikasi lahan dan serah terima PSU rampung.
Dok. abahtindik.com
Sumber: DSDABM Kota Surabaya.
Jika proses serah terima rampung, proyek segera masuk tahap konstruksi. Pemerintah Kota Surabaya menargetkan penguatan jaringan jalan kawasan timur dan pengurangan beban di jalur utama yang selama ini menjadi titik kemacetan.
Reporter: Rijen Senario
Editor: Subardi, SE











