Headline

PEMUDA PANCASILA DAN GAPEKNAS JATIM PERKUAT KONSOLIDASI DAN STRATEGI EKONOMI DI TENGAH TANTANGAN 2026

97
×

PEMUDA PANCASILA DAN GAPEKNAS JATIM PERKUAT KONSOLIDASI DAN STRATEGI EKONOMI DI TENGAH TANTANGAN 2026

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – abahtindik.com | Konsolidasi organisasi dan penguatan jaringan ekonomi menjadi fokus utama dalam agenda buka puasa bersama yang digelar Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Timur dan Dewan Pimpinan Daerah Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia Jawa Timur, Sabtu 28 Februari 2026 di Kantor MPW Pemuda Pancasila Jatim, Surabaya.

Keterangan foto :
Sejumlah pengurus dan kader Pemuda Pancasila Jawa Timur bersama jajaran DPD Gapeknas Jatim menghadiri forum konsolidasi dan penguatan strategi ekonomi 2026 dalam agenda buka puasa bersama di Kantor MPW Pemuda Pancasila Jatim, Surabaya, Sabtu 28 Februari 2026.

Acara diikuti pengurus wilayah, MPC se-Jawa Timur, serta tokoh masyarakat dan agama sebagai bagian evaluasi organisasi dan sinergi sektor konstruksi daerah.

Forum ini dihadiri Ketua MPC Pemuda Pancasila se-Jawa Timur, jajaran pengurus wilayah, kader, serta pengurus DPD Gapeknas dari berbagai daerah. Tokoh masyarakat dan tokoh agama turut hadir. Pertemuan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang evaluasi internal dan penyusunan arah gerak organisasi menghadapi dinamika ekonomi 2026.

Mewakili Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur LaNyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua MPW H. Muhammad Ali Afandi atau Andi membuka forum dengan menekankan pentingnya konsolidasi struktur hingga tingkat kabupaten dan kota. Ia meminta seluruh kader memperkuat disiplin organisasi dan menjaga soliditas internal.

Menurut Andi, organisasi tidak cukup mengandalkan simbol dan atribut. Ukuran kekuatan terletak pada kontribusi nyata. Ia mendorong kader terlibat dalam program sosial, pemberdayaan ekonomi, serta pembinaan generasi muda. Ia juga menegaskan komitmen menjaga Pancasila dan keutuhan NKRI harus tercermin dalam tindakan dan sikap sehari-hari.

Dalam sesi berikutnya, pembahasan bergeser pada tantangan sektor konstruksi dan peluang kolaborasi ekonomi. Ketua DPD Gapeknas Jawa Timur H. Baso Juherman memaparkan perubahan sistem pengadaan proyek pemerintah yang semakin berbasis digital. Ia menyebut peralihan dari mekanisme manual ke sistem elektronik menuntut kesiapan sumber daya manusia dan tata kelola yang transparan.

Baso meminta kontraktor lokal meningkatkan kompetensi administrasi, manajemen proyek, serta kepatuhan terhadap regulasi terbaru. Ia menilai 2026 menjadi momentum penting bagi pelaku usaha daerah untuk bangkit dan bersaing secara profesional.

Ia juga membuka ruang sinergi dengan kader Pemuda Pancasila dalam peningkatan kapasitas usaha, pelatihan tenaga kerja, hingga perluasan akses proyek konstruksi di Jawa Timur. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat posisi kontraktor lokal di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan masukan terkait tantangan permodalan, transparansi lelang, dan kebutuhan pelatihan teknis. Seluruh poin dirangkum sebagai bahan tindak lanjut bersama.

Agenda ditutup dengan santunan kepada anak yatim. Penyerahan dilakukan langsung oleh pengurus kedua organisasi sebagai simbol komitmen sosial. Konsolidasi organisasi dan strategi ekonomi dirangkaikan dalam satu momentum Ramadan yang diarahkan pada penguatan peran nyata di tengah masyarakat.

Reporter: Alief Laksono

Editor: Kiki Juanda

 

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.