SURABAYA – abahtindik.com | Menjelang Lebaran 1447 Hijriah, arus kendaraan di sejumlah ruas jalan nasional wilayah Jawa Timur terpantau masih lancar dan terkendali. Peningkatan volume lalu lintas mulai terlihat seiring mendekatnya puncak arus mudik, namun secara umum kondisi jalur utama tetap dalam keadaan fungsional dan aman dilalui masyarakat.
Upaya pengawasan tersebut berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah IV Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Ida Bagus Made Artamana, S.T., M.T. Satker yang berkantor di Jalan Raya Waru No. 20 Sidoarjo ini memiliki tanggung jawab dalam pengawasan, pengendalian teknis, serta memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di sejumlah koridor strategis wilayah Jawa Timur.
Dalam wawancara dengan abahtindik.com, Jumat (14/3/2026) pukul 13.30 WIB, Ida Bagus Made Artamana menegaskan bahwa seluruh jajaran teknis telah disiagakan penuh untuk menjaga kondisi jalan tetap optimal.
“Kami memastikan seluruh ruas jalan nasional di wilayah kerja Satker PJN Wilayah IV dalam kondisi fungsional dan aman dilalui pemudik. Pemantauan dilakukan secara rutin dan intensif agar apabila ditemukan potensi kerusakan dapat segera ditangani sebelum berdampak pada kelancaran lalu lintas,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung kelancaran arus mudik. Setiap potensi gangguan, baik berupa kerusakan perkerasan, genangan, maupun hambatan lainnya, menjadi perhatian utama tim teknis di lapangan. Langkah antisipatif dilakukan agar mobilitas masyarakat tetap terjaga, terutama pada jalur yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi.
Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali, aparat kepolisian, serta instansi terkait lainnya. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kendala di lapangan.
“Jika ada temuan di lapangan, tim teknis siap melakukan penanganan cepat agar tidak mengganggu arus kendaraan. Koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi lain juga terus kami lakukan untuk mendukung kelancaran lalu lintas,” tambahnya.
Selain pemantauan langsung, pemerintah turut mengoptimalkan sistem pemantauan berbasis digital. Melalui Microsite Mudik Lebaran Kementerian Pekerjaan Umum, masyarakat dapat memperoleh informasi kondisi jalan nasional secara real-time. Fitur yang tersedia meliputi akses CCTV lalu lintas tol dan non-tol, informasi lokasi rest area, hingga titik posko mudik yang telah disiapkan di sepanjang jalur nasional.
Di wilayah kerja Satker PJN Wilayah IV, pengelolaan dan pemeliharaan ruas jalan nasional dilaksanakan oleh sejumlah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab terhadap masing-masing koridor.
Ruas Waru – Mlirip – Legundi – Gresik berada di bawah tanggung jawab PPK 4.1 Mokhamad Solthon, ST., MT.
Ruas Kertosono – Jombang – Mojokerto – Gempol ditangani PPK 4.2 Siti Sekar Gondoarum, S.T., M.T.
Sementara ruas Gresik – Sedang – Lohgung berada dalam pengelolaan PPK 4.3 Yudi Dwi Prasetyo, ST, MT.
Untuk koridor Bulu – Tuban – Lohgung, penanganan berada di bawah PPK 4.4 Hariani, S.ST., MT. Ruas Tuban – Babat – Lamongan – Gresik diawasi PPK 4.5 Arvian Zanuardi, ST., MT.
Adapun ruas Babat – Bojonegoro – Padangan – Batas Kota Ngawi berada dalam tanggung jawab PPK 4.6 Rizali Rahmawanto, S.T. Seluruh PPK tersebut berperan memastikan kualitas layanan jalan nasional tetap terjaga selama periode mudik.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan pemudik, BBPJN Jawa Timur–Bali juga menyiapkan sejumlah posko mudik di jalur nasional. Posko ini dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan. Fasilitas yang tersedia diberikan secara gratis sebagai bagian dari upaya pemerintah mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan berkendara jarak jauh.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan secara matang, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, serta mematuhi rambu dan aturan lalu lintas. Pemudik juga disarankan memanfaatkan fasilitas istirahat yang telah disediakan apabila merasa lelah selama perjalanan.
Dengan kesiapan infrastruktur, pengawasan lapangan yang diperkuat, serta koordinasi lintas sektor yang berjalan intensif, arus mudik Lebaran 2026 diharapkan tetap berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga memasuki puncak pergerakan kendaraan.
Editor : H. Muhajir Wahyu Ramadhan











