Headline

Dinas PU Bina Marga Jatim Hentikan Proyek Konstruksi H-7 hingga H+7 Lebaran 2026, Pastikan Jalur Mudik Aman

2003
×

Dinas PU Bina Marga Jatim Hentikan Proyek Konstruksi H-7 hingga H+7 Lebaran 2026, Pastikan Jalur Mudik Aman

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – abahtindik.com | Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur resmi menghentikan seluruh pekerjaan konstruksi jalan provinsi mulai H-7 hingga H+7 Hari Raya Idulfitri 2026. Kebijakan ini diberlakukan sebagai langkah antisipatif untuk memastikan keamanan, kelancaran, dan kenyamanan pengguna jalan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kebijakan tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Rekayasa Teknik Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Haniffan Daruquthni Baihaqi. Ia menjelaskan bahwa instruksi penghentian pekerjaan berasal langsung dari Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edi Tambeng Widjaja, sebagai bagian dari strategi pengamanan jalur mudik tingkat provinsi.

Secara teknis, seluruh pekerjaan konstruksi diwajibkan berhenti paling lambat H-10 Lebaran. Selanjutnya, maksimal pada H-7, seluruh alat berat, material konstruksi, serta area galian di lokasi proyek harus sudah dibersihkan dan dirapikan. Tidak diperkenankan ada alat berat terparkir di badan jalan, tidak ada galian terbuka, serta tidak ada material yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama masa Lebaran 2026. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, diperkirakan lebih dari 193 juta perjalanan mudik terjadi secara nasional, dengan sekitar 25 juta pemudik diproyeksikan melintasi wilayah Jawa Timur melalui ruas Tol Trans-Jawa maupun jalan arteri dan jalan provinsi. Dengan volume kendaraan yang meningkat signifikan, potensi hambatan akibat aktivitas konstruksi dinilai perlu dihilangkan guna menekan risiko kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Pada awal tahun 2026, Dinas PU Bina Marga Jatim menangani delapan paket pekerjaan konstruksi jalan provinsi. Dua paket di antaranya telah memasuki tahap pengerjaan intensif, yakni ruas Jalan Ponco–Jatirogo (Tuban–Bojonegoro) sepanjang 15 kilometer dengan nilai anggaran Rp150 miliar, serta ruas Kasiyan di Kabupaten Jember sepanjang 12 kilometer yang difokuskan pada perkuatan jembatan dengan anggaran Rp120 miliar. Kedua ruas tersebut memiliki fungsi strategis karena menjadi penghubung kawasan utara dan timur Jawa Timur, sekaligus jalur utama mobilitas masyarakat saat musim mudik.

Aktivitas lapangan pada proyek-proyek tersebut diperkirakan berlangsung hingga 30 Maret 2026 sebelum memasuki masa penghentian penuh. Setelah periode libur Lebaran berakhir, tim teknis akan melakukan inspeksi ulang untuk memastikan kondisi konstruksi tetap aman dan siap dilanjutkan tanpa kendala teknis maupun administratif.

Sebagai bagian dari evaluasi kinerja, Dinas PU Bina Marga mencatat sepanjang 2025 telah menyelesaikan 45 paket rehabilitasi jalan dengan total nilai mencapai Rp1,2 triliun. Pada 2026, fokus penanganan diarahkan ke sejumlah ruas rawan longsor di wilayah Tuban dan Jember, seiring prediksi peningkatan curah hujan dari BMKG hingga akhir Maret.

Kebijakan penghentian proyek ini juga selaras dengan Operasi Ketupat Polri 2026 yang dimulai H-10 Lebaran, dengan target penurunan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengamanan jalur mudik, terutama pada ruas-ruas dengan intensitas lalu lintas tinggi.

Melalui langkah penghentian sementara proyek konstruksi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya menjaga kemantapan dan keselamatan infrastruktur jalan selama periode mudik Lebaran 2026, guna memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, tertib, dan lancar.

Dok: abahtindik.com
Reporter: Alex Leksono
Editor: Subardi, SE

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.