Headline

UPT PSDA Jatim Intensifkan Asesmen Kerusakan Infrastruktur Sungai Pasca Banjir di Sejumlah Wilayah Probolinggo

244
×

UPT PSDA Jatim Intensifkan Asesmen Kerusakan Infrastruktur Sungai Pasca Banjir di Sejumlah Wilayah Probolinggo

Sebarkan artikel ini

PROBOLINGGO – abahtindik.com | Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Provinsi Jawa Timur wilayah Probolinggo terus melakukan asesmen terhadap sejumlah infrastruktur sumber daya air yang terdampak banjir di berbagai wilayah Kabupaten Probolinggo. Kegiatan pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan yang terjadi serta menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat terhadap berbagai titik yang mengalami kerusakan.

Pendataan lapangan ini difokuskan pada kondisi tebing sungai, bangunan pengairan, serta infrastruktur pengendali air lainnya yang terdampak derasnya arus sungai saat banjir terjadi. Selain untuk mengetahui tingkat kerusakan secara rinci, asesmen juga bertujuan untuk memetakan lokasi-lokasi prioritas yang memerlukan penanganan segera guna mencegah kerusakan lebih lanjut.

Koordinator Wilayah Probolinggo UPT PSDA Jawa Timur, Muhammad Fachru Syahroni, menjelaskan bahwa dari hasil pemantauan sementara di lapangan, kerusakan paling banyak terjadi pada struktur tebing sungai yang tergerus arus air dengan debit tinggi saat banjir melanda. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah bagian tebing mengalami longsor maupun terkikis sehingga membutuhkan perkuatan.

Menurutnya, tim teknis UPT PSDA saat ini masih terus melakukan peninjauan langsung di lapangan untuk memastikan seluruh titik kerusakan dapat terdata secara menyeluruh. Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam menentukan metode penanganan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi.

Di wilayah Kecamatan Kraksaan, kerusakan tebing Sungai Kertosono ditemukan di beberapa titik yang berada di Kelurahan Sidomukti. Beberapa titik tersebut berada di bagian utara Kantor NU yang berada di kawasan ruko, kemudian di sisi selatan Jembatan BNI, serta di area utara rumah warga yang dikenal masyarakat dengan sebutan rumah Pak Sabar.

Selain itu, kerusakan juga terjadi pada tebing kanan Sungai Kertosono di Desa Patokan RT 6 RW 6. Pada titik tersebut diperlukan upaya perkuatan struktur tebing untuk mencegah potensi kerusakan yang lebih luas akibat gerusan arus sungai.

Fachru menambahkan bahwa di Kelurahan Sidomukti sendiri terdapat beberapa titik tambahan yang juga terdampak. Lokasi tersebut antara lain berada di belakang Indomaret Sidomukti serta di area yang oleh masyarakat sekitar dikenal sebagai tempat mencuci sepeda. Kondisi tebing di sejumlah titik tersebut dilaporkan mengalami pengikisan akibat derasnya aliran air saat banjir terjadi.

Kerusakan tebing sungai juga ditemukan di beberapa wilayah lain di sekitar Kraksaan. Di Desa Rangkang dan Kelurahan Kraksaan Wetan, tepatnya di kawasan Kampung Melayu, kondisi tebing sungai dilaporkan mengalami kerusakan yang memerlukan perhatian dalam penanganannya.

Selain wilayah Kraksaan, asesmen yang dilakukan UPT PSDA juga mencatat kerusakan infrastruktur pengairan di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Probolinggo. Di Desa Kotaanyar misalnya, ditemukan kerusakan pada sayap Bendung Triwungan yang berada di Sungai Kresek.

Bendung tersebut merupakan salah satu infrastruktur pengairan yang memiliki peran penting dalam pengaturan aliran air di kawasan tersebut. Oleh karena itu, kerusakan pada bagian sayap bendung menjadi salah satu fokus pendataan guna menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

Di lokasi lain, tepatnya di Desa Sumber Centeng, tim juga menemukan kerusakan pada syphon saluran Gending Jeruk Taman. Struktur syphon yang berfungsi sebagai bagian dari sistem saluran pengairan tersebut memerlukan penanganan teknis untuk memastikan kembali berfungsi secara optimal.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada pasangan tebing Sungai Pesisir yang berada di Desa Wringinanom. Struktur pasangan tebing di lokasi tersebut mengalami kerusakan yang memerlukan penanganan lanjutan agar tidak semakin meluas, terutama ketika debit air sungai kembali meningkat.
Sementara itu di Kecamatan Maron, tebing kanan Sungai Pekalen yang berada di Desa Satreyan dilaporkan membutuhkan perkuatan. Kondisi tebing di lokasi tersebut mengalami penggerusan akibat arus air sehingga diperlukan langkah penguatan untuk menjaga stabilitas tebing sungai.

Di Kecamatan Tongas, salah satu titik yang masuk dalam pendataan UPT PSDA adalah Sungai Bayeman di Desa Bayeman. Pada lokasi ini, upaya normalisasi sungai dinilai diperlukan menyusul adanya perubahan alur sungai serta sedimentasi yang terjadi di sejumlah bagian aliran.

Perubahan alur dan penumpukan sedimen tersebut berpotensi mempengaruhi kapasitas aliran sungai sehingga memerlukan perhatian dalam upaya penanganannya. Oleh karena itu, lokasi tersebut turut menjadi bagian dari pendataan yang dilakukan oleh tim teknis UPT PSDA.

Kerusakan lainnya juga tercatat di Kecamatan Krejengan, tepatnya pada sayap kanan hilir DAM Gendingan yang berada di Desa Kamalkuning. Bagian tersebut mengalami kerusakan yang saat ini masih dalam proses identifikasi lebih lanjut untuk menentukan langkah perbaikannya.

Selain itu, tim UPT PSDA juga menemukan kerusakan pada tebing kiri Sungai Jabung yang berada di bagian hulu DAM Wringin. Kerusakan tersebut menjadi salah satu titik yang turut dimasukkan dalam pendataan sebagai bagian dari upaya pemetaan kondisi infrastruktur sungai di wilayah tersebut.

Di Kecamatan Tegalsiwalan, kerusakan juga ditemukan pada parapet kanan Sungai Leces yang berada di Desa Sumberbulu. Parapet yang berfungsi sebagai pelindung tepi sungai tersebut mengalami kerusakan akibat tekanan arus air saat banjir terjadi.
UPT PSDA Jawa Timur wilayah Probolinggo menegaskan bahwa proses pendataan dan asesmen masih terus berlangsung di sejumlah lokasi lainnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh titik kerusakan yang terjadi dapat teridentifikasi secara akurat dan menyeluruh.

Selain melakukan asesmen teknis, UPT PSDA juga terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait guna menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mempercepat proses penanganan infrastruktur sumber daya air yang mengalami kerusakan.

Melalui langkah tersebut diharapkan berbagai kerusakan yang terjadi pada tebing sungai maupun bangunan pengairan dapat segera ditangani sehingga fungsi infrastruktur sumber daya air dalam pengendalian aliran sungai serta perlindungan wilayah permukiman masyarakat dapat kembali berjalan dengan baik.

Sumber: UPT PSDA Probolinggo
Reporter: Abdul Wahid
Editor: Respatie

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.