SIDOARJO, abahtindik.com – Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali terus mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur jalan strategis nasional. Salah satu yang saat ini tengah berjalan adalah pekerjaan preservasi jalan dan jembatan di ruas Lingkar Bypass Krian Timur – Dr. WS. Husodo, Kabupaten Sidoarjo.
Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PPK 4.1 Provinsi Jawa Timur pada segmen KM 26+087 hingga KM 26+137. Berdasarkan data teknis yang dihimpun, kegiatan preservasi difokuskan pada perbaikan struktur jalan melalui metode perkerasan beton (rigid pavement) sepanjang 50 meter dengan ketebalan 30 cm.
Pelaksanaan proyek dimulai sejak 14 April 2026 dan ditargetkan rampung dalam waktu maksimal dua bulan. Untuk menjaga kualitas pekerjaan sekaligus mempercepat penyelesaian, proses konstruksi dilakukan secara kontinu selama 24 jam penuh dengan pengawasan teknis yang ketat.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi peningkatan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan berat, mengingat ruas Lingkar Bypass Krian Timur merupakan salah satu jalur vital yang menopang mobilitas harian masyarakat serta distribusi logistik menuju kawasan industri di wilayah Krian dan sekitarnya. Penerapan rigid pavement dinilai mampu meningkatkan kekuatan struktur jalan dan mengurangi frekuensi perbaikan berulang dalam jangka panjang.
Di sisi lain, pelaksanaan pekerjaan juga berdampak langsung terhadap pengaturan lalu lintas di kawasan tersebut. Selama masa konstruksi berlangsung, akses lampu merah dari arah Bypass menuju Krian ditutup total untuk sementara waktu guna menghindari potensi konflik lalu lintas di area pekerjaan.
Sebagai skema rekayasa lalu lintas, seluruh kendaraan dari arah Bypass diarahkan untuk belok kiri menuju arah Surabaya. Selanjutnya, pengguna jalan diwajibkan melakukan putar balik (U-turn) di ruas Krian–Taman pada KM 25+900 sebelum kembali menuju Kota Krian atau kawasan industri.
Rekayasa arus ini diterapkan berdasarkan pertimbangan keselamatan kerja konstruksi sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan di sekitar lokasi proyek. Visualisasi pengalihan arus yang disosialisasikan melalui infografis juga menunjukkan jalur alternatif yang harus dilalui pengguna jalan, termasuk titik larangan melintas dan arah pergerakan kendaraan selama penutupan akses berlangsung.
BBPJN Jawa Timur–Bali mengimbau masyarakat agar menyesuaikan rute perjalanan sejak awal, memperhitungkan potensi penambahan waktu tempuh, serta tetap mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan. Kepatuhan terhadap pengaturan ini menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan bersama, baik bagi pengguna jalan maupun pekerja konstruksi.
Secara keseluruhan, pekerjaan preservasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kemantapan jalan nasional secara berkelanjutan. Selain meningkatkan kenyamanan berkendara, proyek ini juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas kawasan industri dan memperlancar distribusi logistik yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi regional.
Sumber: BBPJN Jatim–Bali
Reporter: Rijen Senario
Editor: Alief Leksono











