Denpasar, abahtindik.com | Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Bali mengikuti secara daring Seremonial Peresmian Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025 yang diresmikan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan tersebut dipusatkan di Ruas Jalan Kedungdung–Bringkoning, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, pada Selasa (23/06).
Di Provinsi Bali, kegiatan berlangsung di Kantor Gubernur Bali, Ruang Vidcon I, dan dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, bersama para Kepala Satuan Kerja BBPJN Jawa Timur–Bali yang bertugas di wilayah Pulau Dewata.
Peresmian Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pembangunan dan preservasi infrastruktur jalan daerah yang berkualitas. Program ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Melalui Program IJD Tahun Anggaran 2025, terdapat 10 paket pekerjaan yang dilaksanakan di Provinsi Bali. Paket tersebut meliputi Peningkatan Jalan Awen–Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Preservasi Jalan Banda–Nyanglan di Kabupaten Klungkung, Preservasi Jalan Petang–Gunung Kaja di Kabupaten Badung, Preservasi Jalan Pulau Menjangan di Kabupaten Buleleng, Preservasi Jalan Simpang Tegal Badeng Timur–Cupel di Kabupaten Jembrana, Preservasi Jalan Simpang Kediri–Kapten Tendean–Batas Kota Kediri di Kabupaten Tabanan, Preservasi Jalan Cengolo–Yeh Gangga di Kabupaten Tabanan, Preservasi Jalan Ngurah Rai di Kabupaten Karangasem, Preservasi Jalan Selat–Pasar Agung di Kabupaten Karangasem, serta Preservasi Jalan Wanayu–Klusu–Pejeng–Pesalakan di Kabupaten Gianyar.
Seluruh paket pekerjaan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas jaringan jalan daerah sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi barang maupun jasa dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan efisien. Infrastruktur jalan yang andal juga diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses ekonomi baru, serta meningkatkan daya saing daerah.
Selain memperlancar aktivitas transportasi, peningkatan infrastruktur jalan juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian, perdagangan, pariwisata, hingga logistik. Dengan akses jalan yang semakin baik, produktivitas berbagai sektor strategis dapat terus meningkat sehingga mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bali.
Pemerintah berharap pelaksanaan Program Instruksi Presiden Jalan Daerah tidak hanya menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Konektivitas yang semakin baik diharapkan mampu mempercepat distribusi barang dan jasa, meningkatkan produktivitas sektor pangan dan energi, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan dan energi nasional.
Editor: Respati
Sumber: BBPJN Jawa Timur—Bali











