SURABAYA, Abahtindik.com | Operasi pencarian dan evakuasi korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Laut Jawa, masih berlanjut hingga Senin (3/8/2026). Persoalan tidak hanya tertuju pada penyelamatan korban, tetapi juga ketidaksesuaian data manifes yang membuat jumlah orang di atas kapal harus diverifikasi berulang kali.
Berdasarkan pemutakhiran sementara Basarnas, jumlah orang yang diperkirakan berada di kapal tercatat sebanyak 236. Dari jumlah tersebut, 234 orang telah dievakuasi, terdiri atas 229 korban selamat dan lima korban meninggal dunia. Dua orang lainnya masih dalam pencarian sekaligus diverifikasi keberadaannya bersama operator kapal.
Data itu berubah dari laporan awal yang menyebutkan terdapat 286 orang. Setelah dilakukan penelusuran, sebanyak 50 nama diketahui tidak ikut berangkat. Perubahan data tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah memperketat pencocokan manifes dengan identitas korban yang ditemukan di lapangan.
Kebakaran diperkirakan mulai terjadi pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menerima informasi kejadian sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung berkoordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait.
Stasiun Radio Pantai Kalianget kemudian menyiarkan informasi kecelakaan kapal. Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211, sedangkan Distrik Navigasi menyiapkan KN Masalembo untuk mendukung operasi penyelamatan.
Meratus Project 3 menjadi salah satu kapal yang pertama menemukan posisi KMP Mutiara Sentosa II. Namun, kapal tersebut tidak dapat mengevakuasi penumpang secara langsung karena sedang membawa muatan berbahaya. Proses pertolongan selanjutnya dilakukan oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi bersama unsur SAR gabungan.
Hingga Senin dini hari, sebanyak 122 korban telah tiba di darat. Sebanyak 113 orang dievakuasi melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sedangkan sembilan orang lainnya dibawa ke Pelabuhan Kalianget menggunakan KN SAR 249 Permadi. Para korban kemudian menjalani pendataan dan pemeriksaan kesehatan.
Operasi evakuasi belum sepenuhnya selesai. Hingga Senin sekitar pukul 11.00 WIB, sebanyak 57 korban masih berada di laut. Mereka berada di TB Hasnur di sekitar perairan Masalembu dan dipindahkan ke KN Masalembo untuk dibawa menuju Pelabuhan Tanjung Perak.
Sebanyak 24 korban harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sebanyak 20 orang dirawat di Rumah Sakit PHC Surabaya dan empat lainnya mendapatkan penanganan medis di Sumenep. Sebagian besar korban mengalami luka benturan ketika berusaha menyelamatkan diri dari kapal.
Menhub Tunggu Hasil Investigasi KNKT
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah akan mengevaluasi PT Atosim Lampung Pelayaran sebagai operator KMP Mutiara Sentosa II. Evaluasi akan dilakukan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyelesaikan investigasi penyebab kebakaran.
“Kami akan evaluasi, tapi yang paling penting akan lihat dulu sebab-sebabnya dari KNKT,” kata Dudy ketika meninjau penanganan korban di Surabaya, Senin dini hari.
Menurut Dudy, hasil investigasi KNKT akan menjadi bahan pembelajaran sekaligus dasar untuk menilai kinerja perusahaan, standar keselamatan kapal, dan langkah perbaikan yang harus dijalankan operator. Catatan keselamatan perusahaan turut menjadi perhatian karena armada Mutiara Sentosa dilaporkan telah mengalami dua insiden kebakaran dalam sekitar satu dekade terakhir.
Selain kinerja operator, Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi akurasi manifes. Dudy mengatakan perbedaan data dapat terjadi karena penumpang membatalkan perjalanan tanpa diikuti pembaruan daftar keberangkatan. Petugas juga menemukan lima anak yang tidak tercatat dalam manifes.
Pencatatan seluruh penumpang, termasuk anak-anak, dinilai penting untuk memastikan proses pencarian berjalan tepat, menjamin hak korban saat terjadi kecelakaan, serta menentukan kebutuhan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung anak.
Dudy juga meninjau penanganan korban di Pelabuhan Kalianget sebelum melanjutkan pemantauan melalui Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak. Pemerintah memastikan operasi dilanjutkan sampai seluruh penumpang dan awak kapal ditemukan serta data manifes selesai dicocokkan.
Penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II masih dalam penyelidikan. Kementerian Perhubungan menyatakan hasil investigasi KNKT dan verifikasi manifes akan menjadi dasar evaluasi lebih lanjut terhadap operator kapal.
Reporter: Muchamad Rizqy A
Editor: Respatie
Sumber: Suara Surabaya & ANTARA News











