SURABAYA, Abahtindik.com | Anggota Komisi X DPR RI Reni Astuti mengingatkan para pelajar agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Reni saat berkunjung ke SMA Negeri 6 Surabaya dan SMK Negeri 3 Surabaya. Dalam kesempatan itu, ia memberikan motivasi kepada para siswa agar memanfaatkan masa pendidikan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membentuk kepribadian yang baik.
Menurut Reni, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kerja keras. Dukungan keluarga, doa dan restu orang tua, serta sikap menghormati guru juga memiliki peran penting dalam perjalanan meraih cita-cita.
“Kesuksesan bukan cuma hasil dari belajar keras, tetapi juga kekuatan doa dari restu orang tua dan berkah dari menghormati guru,” ujar Reni di hadapan para pelajar.
Ia menilai prestasi akademik perlu berjalan beriringan dengan karakter, etika, dan adab. Kemampuan intelektual yang tidak disertai sikap baik dikhawatirkan tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan maupun masyarakat.
Karena itu, para siswa didorong untuk menghormati guru, menjaga hubungan baik dengan orang tua, disiplin dalam belajar, serta bertanggung jawab terhadap setiap kesempatan pendidikan yang diperoleh.
Reni juga meminta para pelajar tidak takut memiliki mimpi dan cita-cita tinggi. Menurutnya, keterbatasan kondisi ekonomi maupun latar belakang keluarga tidak seharusnya menghalangi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia mengajak siswa mencari informasi dan memanfaatkan berbagai program bantuan pendidikan yang disediakan pemerintah, termasuk Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP Kuliah.
Program tersebut dinilai dapat menjadi salah satu jalan bagi pelajar dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Reni berharap para siswa mulai mempersiapkan masa depan sejak dini dengan meningkatkan prestasi, mengenali potensi diri, serta aktif mencari berbagai peluang pendidikan.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat belajar dan memberikan pemahaman bahwa keberhasilan tidak hanya diukur melalui nilai akademik, tetapi juga dari sikap, integritas, dan manfaat yang diberikan kepada orang lain. (Respati)











