Hukum KriminalPemerintahan

Puluhan Pasien Rehabilitasi OSB Kabur, BNNK Surabaya Evaluasi Rekomendasi

6
×

Puluhan Pasien Rehabilitasi OSB Kabur, BNNK Surabaya Evaluasi Rekomendasi

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Analisapublik.id – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya akan memanggil pengelola Yayasan Omah Sehat Bersinar (OSB) untuk meminta klarifikasi dan mengevaluasi rekomendasi yang telah diberikan setelah puluhan pasien rehabilitasi narkotika kabur dari fasilitas di Jalan Pucang Taman Nomor 02, Kelurahan Kertajaya, Surabaya, Senin 12 Oktober 2026.

Kepala BNNK Surabaya Kombes Pol Heru Prasetyo mengatakan, pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut setelah menerima informasi, dan akan segera meminta keterangan dari pimpinan atau penanggung jawab lembaga rehabilitasi swasta itu.

“Terima kasih atas informasinya. Mohon maaf, kami baru mengetahui hal ini dari informasi yang disampaikan. Kami akan segera mengundang pimpinan atau penanggung jawab lembaga rehabilitasi dimaksud guna dikonfirmasi,” ujar Heru, Selasa 13 Oktober 2026.

Selain meminta klarifikasi, BNNK Surabaya juga berencana mengevaluasi rekomendasi yang sebelumnya diberikan kepada yayasan tersebut.

“Sesuai kewenangan kami, maka BNN Kota Surabaya akan mengevaluasi rekomendasi yang telah kami berikan,” tegas Heru.

Peristiwa kaburnya puluhan pasien tersebut dilaporkan terjadi pada Senin 12 Oktober 2026 sekitar pukul 14.00 WIB ketika sejumlah pasien keluar dari area yayasan secara bersamaan, dan berlari ke arah permukiman warga hingga jalan raya.

Seorang warga setempat mengaku sempat mengira terjadi pencurian ketika melihat sejumlah orang berlarian dari lingkungan tempat rehabilitasi tersebut.

“Awalnya saya pikir ada kejadian pencurian, ternyata orang-orang kabur dari rumah rehab. Ada yang cuma pakai sarung, ada yang pakai celana pendek, mereka lari berhamburan ke arah Jalan Pucang Adi. Jumlahnya sekitar 20 orang lebih,” tutur warga tersebut, Senin malam 12 Oktober 2026.

Kesaksian warga tersebut menggambarkan situasi yang mengejutkan masyarakat di kawasan Kertajaya, sedangkan kronologi lengkap mengenai penyebab kaburnya para pasien belum diketahui.

Saat dikonfirmasi di lokasi, petugas keamanan yayasan berinisial A, tidak bersedia menjelaskan secara terperinci kejadian tersebut dan meminta media menghubungi pimpinan yayasan bernama Slamet.

Upaya konfirmasi kepada Slamet melalui pesan singkat WhatsApp pada Senin malam 12 Oktober 2026 juga belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini disusun.

Kanit Reskrim Polsek Gubeng Ipda Dwi Santoso sebelumnya membenarkan adanya insiden pasien rehabilitasi yang melarikan diri, dan menyatakan pihaknya masih berkoordinasi mengenai penanganan perkara tersebut.

“Kami masih menunggu koordinasi, apakah penanganannya nanti oleh kami (Polsek Gubeng) atau langsung dari pihak Polrestabes Surabaya. Mohon ditunggu,” ungkap Dwi melalui telepon, Senin malam 12 Oktober 2026.

Dwi menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah pasti pasien yang kabur.

Reporter: Aris

 

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.