Kemnaker menyiapkan pelatihan bagi 50 ribu pekerja terdampak PHK. Sebanyak 32 peserta di Brebes dipersiapkan bekerja di perusahaan setelah pelatihan.
Brebes, Abahtindik.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pelatihan berbasis kompetensi bagi 50.000 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) secara nasional untuk meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan baru maupun membangun usaha mandiri.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi membuka program tersebut di PT Bintang Indokarya Gemilang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Selasa 20 Oktober 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi pekerja yang kehilangan mata pencaharian akibat PHK melalui peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja.
Di Jawa Tengah, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang menargetkan 2.464 peserta yang tersebar di 25 kabupaten dan kota.
Khusus Kabupaten Brebes, sebanyak 32 peserta angkatan pertama dipersiapkan untuk bekerja di PT Bintang Indokarya Gemilang setelah menyelesaikan pelatihan.
Skema tersebut menghubungkan pelatihan vokasi dengan kebutuhan perusahaan sehingga peserta memiliki peluang penempatan kerja yang lebih terarah.
Cris Kuntadi menegaskan bahwa penguasaan kompetensi menjadi kebutuhan penting bagi pekerja untuk menghadapi perubahan industri dan persaingan pasar tenaga kerja.
Menurutnya, pelatihan tidak boleh berhenti pada pemberian keterampilan, tetapi harus mampu membuka peluang peserta memperoleh pekerjaan, menjalankan usaha mandiri, maupun mengembangkan usaha yang telah dirintis.
Ia juga meminta peserta memanfaatkan kesempatan pelatihan secara maksimal agar kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata.
Pelaksanaan program melibatkan BBPVP Semarang, Pemerintah Kabupaten Brebes, serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Brebes.
Keterlibatan pemerintah daerah dan kalangan pengusaha diharapkan memperkuat kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan industri sekaligus memperluas peluang penyerapan tenaga kerja.
Selain membuka pelatihan bagi pekerja terdampak PHK, Cris meninjau pelaksanaan Tailor Made Training (TMT) di Lembaga Pelatihan Kerja Anugerah Trikarya Utama.
BBPVP Semarang menargetkan 741 paket pelatihan TMT dengan kapasitas 11.856 peserta yang dapat dimanfaatkan kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, lembaga pelatihan kerja swasta, serta komunitas.
Program TMT dirancang untuk menyesuaikan materi pelatihan dengan kebutuhan pengguna sehingga keterampilan peserta lebih relevan dengan tuntutan dunia kerja.
Meski pemerintah telah menetapkan target peserta secara nasional dan daerah, informasi yang tersedia belum merinci besaran anggaran, durasi pelatihan, maupun persentase penempatan kerja yang ditargetkan setelah peserta menyelesaikan program.
Belum dijelaskan pula mekanisme evaluasi untuk memastikan peserta yang telah mengikuti pelatihan benar-benar memperoleh pekerjaan atau mampu membangun usaha berkelanjutan.
Kejelasan indikator tersebut menjadi penting agar keberhasilan program tidak hanya diukur berdasarkan jumlah peserta yang dilatih, tetapi juga dari tingkat penyerapan tenaga kerja dan peningkatan penghasilan.
Khusus di Brebes, realisasi penempatan 32 peserta angkatan pertama di PT Bintang Indokarya Gemilang menjadi salah satu aspek yang perlu dipantau setelah pelatihan selesai.
Pemerintah juga perlu memastikan keterampilan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan perusahaan agar peserta memiliki peluang kerja yang berkelanjutan.
Kemnaker menyediakan akses informasi pelatihan melalui platform Skillhub di skillhub.kemnaker.go.id, sedangkan layanan ketenagakerjaan lainnya dapat diakses melalui aplikasi SIAPkerja.
Melalui program tersebut, pekerja terdampak PHK diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kembali memperoleh sumber penghasilan.
Keberhasilan pelatihan 50.000 pekerja secara nasional selanjutnya bergantung pada realisasi penempatan kerja, keberlanjutan usaha peserta, serta transparansi hasil evaluasi program.
Reporter: Rijen Senario
Redaktur: Aris Setyoadji