EkbisHeadlinePemerintahan

Kemenkes Ungkap : Separuh Siswa Sekolah Rakyat Butuh Penanganan Kesehatan Lanjut

176
×

Kemenkes Ungkap : Separuh Siswa Sekolah Rakyat Butuh Penanganan Kesehatan Lanjut

Sebarkan artikel ini

Jakarta, abahtindik.com– Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar siswa Sekolah Rakyat resmi dimulai pada 14 Juli 2025. Hasil awal program ini cukup mengejutkan, lantaran ditemukan berbagai masalah kesehatan pada siswa, mulai dari gangguan penglihatan, karies gigi, pradiabetes, hipertensi, hingga risiko penyakit jiwa.

“Mulai 14 Juli 2025, program CKG sudah dimulai berbarengan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di 72 Sekolah Rakyat. Sedikitnya 7.300 siswa sudah diperiksa kesehatannya,” ujar Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, dalam Diskusi Redaksi (DIKSI) di Jakarta, Rabu (16/7/2025). Menurut Daisy, dari hasil pemeriksaan sementara yang masuk ke Kemenkes pada tiga Sekolah Rakyat terhadap 355 siswa (terdiri dari 175 siswa SMP dan 180 siswa SMA), sebanyak 52,11 persen memerlukan pemeriksaan lanjutan.

“Apabila memerlukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan lainnya tentunya siswa dan masyarakat harus terdaftar di BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan di tiga Sekolah Rakyat tersebut adalah gigi karies (42,8%). Setelah itu diikuti oleh gangguan penglihatan (21,9%), gizi kurang (13,8%), prahipertensi (11,5%), anemia (10%), hipertensi (9,8%), dan pradiabetes (5,6%). Ditemukan pula risiko kesehatan jiwa sebanyak 1,9%.

Daisy menjelaskan, seluruh proses pemeriksaan dilakukan di sekolah mengingat CKG adalah proses penapisan (screening) masalah kesehatan anak didik. Beberapa temuan awal seperti anemia, diabetes (gula darah), dan jantung tentu membutuhkan pemeriksaan lanjutan ke Puskesmas jika memang ada riwayat kesehatan keluarga. “Untuk menentukan apakah ada gejala talasemia atau tidak pada siswa misalnya,” jelas Lovely Daisy.

Terkait jenis pemeriksaan kesehatan di sekolah, untuk setiap jenjang pendidikan (SD, SMP, maupun SMA) ada pemeriksaan yang sama, yakni: status gizi, merokok, kebugaran, tekanan darah, tuberkulosis (TBC), telinga, mata, gigi, jiwa, hepatitis (B dan C), dan kesehatan reproduksi.

Secara khusus, cek kesehatan reproduksi dilakukan hanya untuk siswa putri kelas 4-6 SD, riwayat imunisasi kelas 1 SD, gula darah kelas 7 SMP, riwayat imunisasi HPV kelas 9 putri, anemia remaja putri kelas 10 SMP, dan talasemia untuk siswa SMP serta SMA.

Menyikapi keluhan publik adanya perbedaan jenis pemeriksaan di beberapa Puskesmas, Daisy menerangkan bahwa Kemenkes sebenarnya sudah mengeluarkan petunjuk teknis (juknis) soal jenis pemeriksaan kesehatan kepada petugas Puskesmas. “Kami sudah melakukan sosialisasi baik untuk pemeriksaan di sekolah maupun puskesmas dan itu selalu kita monitor,” jelasnya.

CKG: Quick Win Presiden Prabowo, Target Jutaan Pelajar!
CKG merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) Presiden Prabowo Subianto yang telah dijalankan sejak 10 Februari 2025 melalui Puskesmas atau Klinik Kesehatan.

Hingga pertengahan Juli, program CKG telah dirasakan lebih dari 12 juta masyarakat umum. Khusus untuk CKG sekolah, Kemenkes menargetkan 53,8 juta pelajar di 282 ribu satuan pendidikan menjadi sasaran utama. (Res)

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *