HeadlinePemerintahan

Puluhan Siswa di Kudus Masih Dirawat Usai Alami Gangguan Kesehatan

160
×

Puluhan Siswa di Kudus Masih Dirawat Usai Alami Gangguan Kesehatan

Sebarkan artikel ini

KUDUS | abahtindik.com — Sejumlah pelajar di Kabupaten Kudus masih menjalani perawatan medis setelah mengalami gangguan kesehatan yang muncul usai mengikuti kegiatan makan di sekolah. Insiden tersebut kini menjadi perhatian pemerintah daerah setempat.

Berdasarkan data hingga Jumat (30/1/2026), tercatat 47 siswa masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebelumnya, total 109 siswa sempat mendapatkan penanganan medis, baik rawat jalan maupun rawat inap.

Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan kondisi para siswa dalam keadaan stabil dan terus dipantau oleh tenaga medis.

Kondisi Siswa dan Respons Pemda

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, menyampaikan bahwa pemerintah daerah langsung melakukan langkah evaluatif menyusul kejadian tersebut.

“Sebagian besar siswa sudah membaik. Yang masih dirawat kondisinya stabil dan terus diawasi. Kami langsung melakukan evaluasi agar kejadian ini tidak terulang,” ujarnya.

Kronologi Awal Kejadian

Berdasarkan informasi dari pihak sekolah, para siswa mengonsumsi makanan yang dibagikan pada Rabu (27/1/2026). Keluhan kesehatan mulai dirasakan pada malam hari hingga keesokan harinya.

Gejala yang dilaporkan meliputi mual, diare, pusing, lemas, serta nyeri perut. Pihak sekolah kemudian melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan setempat.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Kudus, Dwiyana, mengatakan sekolah mencatat lebih dari seratus siswa sempat mendapatkan penanganan medis.

“Data internal kami mencatat ada 109 siswa yang dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan karena keluhan tersebut,” jelasnya.

Penanganan Medis

Salah satu rumah sakit rujukan, RSUD dr. Loekmono Hadi, menerima puluhan siswa pada hari pertama kejadian.

Humas rumah sakit, Mufib, menyebut sebagian besar pasien telah dipulangkan setelah kondisi membaik, sementara sisanya menjalani perawatan lanjutan.

Evaluasi Program dan Pengawasan

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Kudus mengumpulkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Kudus. Evaluasi difokuskan pada:

● standar kebersihan dapur,

● proses pengolahan makanan,

● waktu distribusi ke sekolah,

● serta pengawasan menu harian.

Pemkab juga meminta setiap SPPG melakukan dokumentasi visual menu harian sebagai bentuk pengawasan tambahan.

“Kami minta setiap proses lebih disiplin dan terdokumentasi. Ini bagian dari upaya pencegahan,” kata Bellinda.

Menunggu Kepastian Penyebab

Hingga saat ini, penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi.

“Hasil uji laboratorium masih kami tunggu. Itu yang akan menjadi dasar perbaikan ke depan,” tutup Bellinda.

Reporter : Saiful Anwar

IT : RespatiE

ditor : Abdul Rasyid, S.Ag.

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *