Gaya HidupPemerintahan

Hidup Sebatang Kara di Gubuk Sempit, Lansia di Tambaksari Dievakuasi ke Griya Werdha

19
×

Hidup Sebatang Kara di Gubuk Sempit, Lansia di Tambaksari Dievakuasi ke Griya Werdha

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id – Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat merespons laporan warga terkait keberadaan seorang lansia yang tinggal di hunian tidak layak. Kartimah, perempuan berusia 87 tahun, ditemukan menetap seorang diri di sebuah gubuk berukuran 1×2 meter di kawasan Jalan Mendut, Kecamatan Tambaksari, Surabaya.

Melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Pemkot melakukan penjangkauan dan memutuskan untuk memindahkan Kartimah ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Griya Werdha Jambangan. Langkah ini diambil guna memastikan Kartimah mendapatkan perawatan dan pendampingan yang lebih manusiawi.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Imam Mahmudi, menyatakan bahwa pihaknya segera menerjunkan tim sesaat setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai kondisi Kartimah.

“Setelah mendapatkan laporan, saya langsung minta tim ke lokasi untuk segera menindaklanjuti,” ujar Imam, Kamis (12/2/2026).

Pendekatan Persuasif

Proses evakuasi tidak berjalan instan. Imam mengungkapkan bahwa Kartimah sempat menolak untuk dipindahkan. Lansia kelahiran Lamongan tersebut mengaku sudah merasa nyaman tinggal di gubuk sempit yang telah ia tempati selama empat tahun terakhir itu.

Petugas di lapangan harus melakukan pendekatan persuasif selama beberapa waktu untuk meyakinkan Kartimah. “Kami rayu secara baik-baik. Pertimbangannya demi keselamatan dan kesejahteraan beliau. Kalau tetap tinggal sendiri dalam kondisi seperti itu tentu kurang baik,” jelas Imam.

Berdasarkan penelusuran data kependudukan, Kartimah diketahui tidak lagi memiliki keluarga inti. Suaminya telah lama meninggal dunia, sementara ia tidak memiliki anak maupun saudara kandung. Meski masih memiliki keponakan, pihak keluarga dilaporkan keberatan untuk menampung Kartimah karena statusnya yang bukan keluarga inti.

Bertahan dari Kebaikan Tetangga

Sebelum dievakuasi, Kartimah menyambung hidup dengan berjualan minuman ringan secara kecil-kecilan. Untuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari, ia sangat bergantung pada uluran tangan warga sekitar.

“Beliau kerap dibantu warga sekitar dan menerima bantuan sekitar Rp100 ribu per bulan dari keponakannya,” tambah Imam.

Secara fisik, kondisi Kartimah dilaporkan cukup stabil dan masih mampu berjalan secara mandiri, meskipun ia memiliki riwayat operasi pascakecelakaan sekitar lima tahun lalu.

Jaminan Perawatan Gratis

Kini, Kartimah telah berada dalam penanganan profesional di Griya Werdha Jambangan. Imam memastikan bahwa seluruh fasilitas dan layanan di panti tersebut tidak dipungut biaya bagi lansia kategori miskin dan terlantar.

Selain jaminan kebutuhan dasar seperti pangan dan kesehatan, Kartimah juga akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial untuk menjaga produktivitas dan kesehatan mentalnya di masa tua.

“Untuk lansia miskin atau terlantar, semuanya gratis. Di Griya Werdha juga ada banyak aktivitas agar para lansia tetap sehat dan produktif,” pungkasnya.

(Res)

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.