BONDOWOSO – abahtindik.com | Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Sentong yang amblas di pusat Kota Bondowoso. Pemerintah Provinsi Jawa Timur memutuskan langkah tegas. Jembatan tidak diperbaiki sebagian. Pemerintah membangun ulang total dengan anggaran Rp17,5 miliar dari APBD Jatim.
Peninjauan lapangan dilakukan bersama Bupati Bondowoso, jajaran Dinas PU Bina Marga, serta tim teknis konstruksi. Tim memeriksa kondisi pondasi, struktur atas, dan badan jembatan. Hasil kajian menunjukkan kerusakan tidak bersifat permukaan. Struktur lama sudah melemah secara menyeluruh.
Usia jembatan mendekati 100 tahun. Beban kendaraan saat ini jauh lebih tinggi dibanding saat jembatan pertama kali dibangun. Penurunan daya dukung pondasi dan elemen utama menyebabkan konstruksi tidak lagi aman menahan tekanan lalu lintas harian. Risiko keruntuhan lanjutan dinilai tinggi jika hanya dilakukan tambal sulam.

Keterangan foto :
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Bupati Bondowoso dan jajaran Dinas PU Bina Marga meninjau langsung kondisi Jembatan Sentong yang amblas di pusat Kota Bondowoso.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memutuskan membangun ulang total dengan anggaran Rp17,5 miliar dari APBD Jatim, dengan pelebaran dari 9 meter menjadi 14 meter dan target penyelesaian delapan bulan.
Emil menegaskan jembatan tersebut bukan sekadar penghubung biasa. Jembatan Sentong menjadi simpul pergerakan warga, akses sekolah, jalur distribusi logistik, dan koneksi perdagangan dalam kota. Ketika jembatan amblas, arus kendaraan terhambat. Biaya distribusi meningkat. Aktivitas ekonomi ikut terdampak.
Tim teknis menyimpulkan opsi perbaikan sebagian tidak efisien dalam jangka panjang. Biaya bisa membengkak tanpa jaminan umur layanan yang optimal. Pemerintah memilih desain baru dengan standar teknis yang lebih kuat dan adaptif terhadap beban kendaraan modern.

Keterangan foto :
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memimpin peninjauan lapangan di Jembatan Sentong, Bondowoso, yang mengalami ambles akibat penurunan struktur.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan rekonstruksi total sebagai solusi permanen dengan alokasi anggaran Rp17,5 miliar, termasuk peningkatan lebar jembatan menjadi 14 meter dan target penyelesaian delapan bulan.
Lebar jembatan akan ditingkatkan dari 9 meter menjadi 14 meter. Penambahan lebar ini bertujuan mengurangi kepadatan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Kapasitas lalu lintas diproyeksikan naik signifikan. Struktur baru menggunakan sistem balok girder beton bertulang untuk memperkuat daya dukung kendaraan berat dan memperpanjang masa layanan.
Proses lelang proyek telah selesai. Kontraktor pemenang sudah ditetapkan sesuai mekanisme pengadaan. Pekerjaan konstruksi ditargetkan rampung dalam delapan bulan sejak kontrak efektif berjalan. Pemerintah menyiapkan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas material, metode kerja, serta ketepatan waktu.
Selama masa pembangunan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menyiapkan jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas. Pengaturan ini bertujuan menjaga mobilitas warga tetap berjalan. Distribusi barang kebutuhan pokok dan layanan publik dipastikan tidak terhenti.
Proyek rekonstruksi Jembatan Sentong masuk daftar prioritas infrastruktur daerah. Pemerintah provinsi dan kabupaten berkomitmen menjaga transparansi anggaran dan akuntabilitas pelaksanaan. Setiap progres pekerjaan akan dimonitor secara berkala.
Keputusan membangun ulang total menjadi pesan tegas bahwa infrastruktur tua dengan risiko keselamatan tinggi tidak boleh dipertahankan. Pemerintah memilih solusi jangka panjang demi keselamatan dan stabilitas ekonomi masyarakat Bondowoso.
Reporter: Moh. Rifki Hidayat, Nur Hasan
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan











