SURABAYA – abahtindik.com | Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur mencatat percepatan penanganan jalan berlubang sepanjang Januari hingga Februari 2026. Dari total 494,55 kilometer ruas nasional dan 199 jembatan sepanjang 6.410 meter, tingkat kemantapan jalan nasional mencapai 92,7 persen.
Dalam dua bulan pertama tahun ini, tim lapangan menutup 5.265 lubang. Penanganan difokuskan pada ruas dengan lalu lintas harian tinggi dan dominasi kendaraan bertonase besar. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kelancaran distribusi logistik serta menekan risiko kecelakaan.
Kepala Satker PJN Wilayah IV Jawa Timur, Ida Bagus Made Artamana, menerapkan pola patroli rutin dengan waktu respons maksimal 1 x 24 jam. Setiap temuan di lapangan langsung ditindak agar kerusakan tidak meluas. Saat ini tersisa 57 titik dan ditargetkan tuntas dalam 48 jam ke depan.
Koridor Waru hingga batas Kota Ngawi menjadi prioritas utama. Dari 753 lubang yang sempat terdata, kini tersisa enam titik. Jalur ini menjadi tulang punggung konektivitas industri dan distribusi barang antarwilayah di Jawa Timur.
Ruas Pakah–Temangkar, Babat–Lamongan, Babat–Bojonegoro, serta Mojokerto–Jombang juga masuk skala prioritas. Seluruhnya dilintasi kendaraan berat setiap hari. Lubang kecil di jalur tersebut berpotensi memicu kecelakaan tunggal maupun perlambatan arus lalu lintas.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto, menginstruksikan percepatan terukur di seluruh wilayah kerja agar kondisi jalan tetap stabil pada musim hujan. Ia menekankan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama.
Wilayah kerja dibagi ke enam Pejabat Pembuat Komitmen. Setiap PPK menyiapkan minimal satu tim reaksi cepat dengan material tambal yang disesuaikan kondisi cuaca. Pada curah hujan tinggi, metode penambalan disesuaikan untuk menjaga daya lekat aspal dan mencegah lubang kembali terbuka.
Selain tambal cepat, pengendalian juga diarahkan pada pembenahan drainase dan penanganan genangan air. Air yang meresap ke lapisan pondasi menjadi salah satu penyebab utama munculnya lubang baru.
Satker PJN Wilayah IV Jawa Timur menargetkan kemantapan jalan nasional tetap terjaga di atas 92 persen pada triwulan pertama 2026. Penyelesaian 57 titik tersisa dalam dua hari menjadi indikator kinerja awal tahun.
Reporter: Rijen Senario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan











