SIDOARJO – abahtindik.com | Menjelang arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H/2026, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Surabaya memperkuat kesiapan infrastruktur jalan provinsi di wilayah kerjanya. Langkah ini difokuskan untuk memastikan jaringan jalan tetap dalam kondisi aman, mantap, dan nyaman dilalui masyarakat yang diperkirakan mengalami peningkatan mobilitas signifikan selama periode Lebaran.
UPT PJJ Surabaya bertanggung jawab atas pengelolaan 122,774 kilometer jalan provinsi yang tersebar di tiga wilayah strategis, yakni Kabupaten Lamongan, Kabupaten Sidoarjo, dan Kota Surabaya. Ruas-ruas tersebut memiliki fungsi vital sebagai penghubung antarkawasan, akses distribusi logistik, serta penopang aktivitas ekonomi di kawasan utara Jawa Timur dan wilayah metropolitan Surabaya.
Kepala UPT PJJ Surabaya, Ir. Ervan Ikka Lutfiansyah, menjelaskan bahwa menjelang periode mudik, intensitas pemantauan dan evaluasi kondisi jalan ditingkatkan melalui survei lapangan dan pemeriksaan teknis secara berkala.
“Menjelang arus mudik Lebaran, kami melakukan pemetaan kondisi jalan secara lebih intensif. Tim teknis memeriksa permukaan perkerasan, sistem drainase, serta titik-titik rawan kerusakan agar dapat segera dilakukan penanganan,” ujarnya.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi preventif untuk memastikan seluruh ruas jalan provinsi dalam penanganan UPT PJJ Surabaya tetap berada dalam kondisi laik fungsi, baik untuk kendaraan pribadi, angkutan umum, maupun kendaraan logistik.
Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan pemeliharaan tetap berjalan profesional meskipun dilaksanakan pada bulan Ramadan. Seluruh personel teknis tetap menjaga standar mutu pekerjaan serta mengedepankan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.
Dalam cakupan wilayah kerjanya, distribusi panjang jalan provinsi yang dikelola terbagi sebagai berikut:
Di Kabupaten Lamongan, UPT PJJ Surabaya menangani 9 ruas jalan provinsi dengan total panjang 81,427 kilometer. Jalur ini berfungsi sebagai penghubung utama antarwilayah di kawasan utara Jawa Timur serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dan pertanian.
Di Kabupaten Sidoarjo, terdapat 6 ruas jalan provinsi sepanjang 29,160 kilometer yang menjadi jalur mobilitas penting menuju kawasan industri, permukiman, serta akses ke Kota Surabaya.
Sementara di Kota Surabaya, UPT PJJ Surabaya mengelola 4 ruas jalan provinsi dengan total panjang 12,187 kilometer yang berperan dalam mendukung kelancaran lalu lintas kawasan perkotaan dan konektivitas metropolitan.
Untuk menjaga kemantapan jalan, UPT PJJ Surabaya melaksanakan pemeliharaan rutin yang mencakup pemeriksaan kondisi perkerasan, penambalan lubang (patching), perbaikan kerusakan minor, serta pembersihan dan evaluasi sistem drainase. Selain itu, diterapkan mekanisme penanganan cepat terhadap kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan guna mencegah dampak lebih luas terhadap arus lalu lintas.
Pengelolaan dan pemeliharaan ruas jalan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/210/KPTS/013/2023 tanggal 11 Mei 2023 tentang penetapan status ruas jalan provinsi di wilayah Jawa Timur. Keputusan tersebut menjadi landasan hukum bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Bina Marga dalam melaksanakan pengelolaan, pengawasan, serta peningkatan kualitas infrastruktur jalan provinsi.
Dengan penguatan pengawasan teknis, pemeliharaan rutin, dan respons cepat terhadap potensi kerusakan, UPT PJJ Surabaya menargetkan seluruh jaringan jalan provinsi di Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan tetap dalam kondisi optimal selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, menjaga keselamatan pengguna jalan, serta memastikan distribusi barang dan jasa tetap berjalan tanpa hambatan di wilayah Jawa Timur bagian utara.
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan











