Headline

Arus Mudik Menuju Puncak Lebaran 2026 Terpantau Lancar, Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu Siagakan Pemantauan Jalur Nasional

99
×

Arus Mudik Menuju Puncak Lebaran 2026 Terpantau Lancar, Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu Siagakan Pemantauan Jalur Nasional

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – abahtindik.com | Menjelang puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, pemerintah melalui jaringan infrastruktur jalan nasional di Jawa Timur meningkatkan pemantauan kondisi jalur utama yang menjadi lintasan mobilitas masyarakat. Intensifikasi pengawasan dilakukan pada periode menuju puncak arus mudik sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Upaya ini difokuskan pada ruas-ruas strategis yang memiliki peran vital dalam mendukung konektivitas antarwilayah, termasuk akses menuju pusat pertumbuhan ekonomi dan simpul transportasi. Pemerintah memastikan seluruh ruas jalan nasional tetap dalam kondisi fungsional, aman, dan siap dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, maupun kendaraan logistik yang tetap beroperasi selama periode mudik.

Pemantauan tersebut berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu yang dipimpin Suparyanto, S.T., M.Sc. Satker ini berkantor di Jalan Raya Kamal–Kwanyar KM 11, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Dalam wawancara dengan abahtindik.com, Suparyanto menegaskan bahwa seluruh jajaran teknis telah disiagakan untuk melakukan pemantauan intensif di lapangan. Instruksi peningkatan kewaspadaan diberikan guna memastikan tidak ada kerusakan permukaan jalan, gangguan struktur, maupun hambatan lain yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

“Kami memastikan seluruh ruas jalan nasional yang berada dalam wilayah Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu dalam kondisi fungsional dan aman dilalui pemudik. Tim teknis di lapangan melakukan pemantauan secara rutin untuk memastikan tidak ada kerusakan jalan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas selama periode mudik Lebaran,” ujar Ida kepada abahtindik.com, Jumat, 14 Maret 2026 pukul 10.00 WIB.

Menurutnya, kesiapan infrastruktur jalan merupakan salah satu variabel kunci dalam manajemen arus mudik. Kondisi perkerasan yang baik, marka dan rambu yang jelas, serta respons cepat terhadap potensi gangguan menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas arus kendaraan.

Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat antara pemerintah, aparat kepolisian, serta unit teknis di lapangan. Sinergi ini mencakup pertukaran informasi situasional, kesiapan alat berat dan material darurat, hingga pola penanganan cepat apabila terjadi gangguan di jalur bebas hambatan.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan BBPJN Jawa Timur–Bali, kepolisian, serta instansi terkait lainnya. Apabila ditemukan kendala di lapangan, tim teknis siap melakukan penanganan dengan cepat agar tidak mengganggu arus kendaraan yang melintas,” tambahnya.

Selain pengawasan fisik secara langsung, pemerintah turut mengoptimalkan sistem pemantauan digital untuk mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat. Melalui Microsite Mudik Lebaran Kementerian Pekerjaan Umum, publik dapat mengakses informasi kondisi jalan nasional secara real-time, pembaruan CCTV lalu lintas baik tol maupun non-tol, lokasi rest area, hingga titik posko mudik yang tersedia di sepanjang jalur nasional.

Di wilayah kerja Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu, pengelolaan dan pemeliharaan ruas jalan nasional dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang bertanggung jawab terhadap masing-masing koridor jalan.

PPK Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu 1 dijabat oleh Intan Yuanti, S.T., M.T.

PPK Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu 2 dijabat oleh Benny Kurniawan, ST., MT.

Untuk mendukung keselamatan dan kenyamanan pemudik, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali juga menyiapkan sejumlah posko mudik di jalur nasional. Posko tersebut dapat dimanfaatkan pemudik sebagai tempat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju daerah tujuan.

Fasilitas posko mudik ini disediakan secara gratis bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan selama perjalanan jauh.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan mudik dengan matang, termasuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik, mematuhi rambu lalu lintas, serta memanfaatkan fasilitas posko istirahat yang telah disediakan di jalur nasional.

Dengan kesiapan infrastruktur serta koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, pemerintah berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan menuju kampung halaman dengan lebih nyaman.

Editor : H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.