HeadlinePemerintahan

Perempuan Dominasi Medsos, IKWI Jatim Tekankan Peran Ibu sebagai Filter Informasi di Era Digital

2716
×

Perempuan Dominasi Medsos, IKWI Jatim Tekankan Peran Ibu sebagai Filter Informasi di Era Digital

Sebarkan artikel ini

Surabaya — abahtindik.com | Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Jawa Timur menggelar seminar bertajuk Peran Perempuan dalam Mengakses dan Menyebarkan Informasi di Era Digital dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor PWI Jawa Timur, Jalan Taman Apsari 15–17, Surabaya, Jumat (10/4/2026).

Seminar yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, legislatif, dan organisasi pers. Di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin, Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno, serta Wakil Direktur UKW PWI Pusat Eko Pamuji.

Ketua IKWI Jawa Timur Endang Suprapti menegaskan bahwa perempuan, khususnya ibu, memiliki peran strategis dalam ekosistem informasi keluarga. Posisi tersebut tidak hanya sebagai pengguna media sosial, tetapi juga sebagai penyaring utama informasi yang dikonsumsi anggota keluarga, terutama anak-anak.
Menurutnya, kemampuan literasi digital menjadi kebutuhan mendasar di tengah arus informasi yang masif. Perempuan dinilai perlu memiliki kapasitas untuk membedakan informasi valid dan hoaks sebelum menyebarkannya di ruang digital.

Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim dalam sambutannya menyoroti dominasi pengaruh perempuan dalam menentukan kualitas konsumsi informasi di lingkungan keluarga. Ia menyebut, meskipun jumlah pengguna media sosial relatif berimbang antara laki-laki dan perempuan, tingkat kepercayaan terhadap informasi yang disampaikan ibu cenderung lebih tinggi.

“Peran ibu sangat menentukan dalam membentuk pola konsumsi informasi keluarga, sehingga kualitas informasi yang diterima anak sangat bergantung pada literasi digital orang tua,” ujarnya.

Dalam pemaparan utama, Arumi Bachsin Emil Dardak mengungkapkan data penggunaan internet dan media sosial di Jawa Timur. Berdasarkan data tahun 2025, jumlah penduduk Jawa Timur mencapai 42,35 juta jiwa dengan komposisi 21,10 juta laki-laki dan 21,25 juta perempuan. Sementara itu, tingkat penetrasi internet nasional mencapai 80,66 persen, dengan pengguna laki-laki sebesar 82,73 persen dan perempuan 78,57 persen.

Meski demikian, perempuan tercatat mendominasi penggunaan media sosial dengan proporsi sekitar 56,3 persen. Tren ini telah terlihat sejak 2021, di mana mayoritas pengguna Instagram berasal dari kalangan perempuan.

Arumi juga memaparkan platform digital yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, yakni WhatsApp (91,7 persen), Instagram (84,6 persen), Facebook (83,0 persen), TikTok (77,4 persen), Telegram (61,6 persen), dan Messenger (50,5 persen).

Keterangan Foto:
Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, saat menyampaikan materi dalam seminar IKWI Jawa Timur di Surabaya, Jumat (10/4/2026), menyoroti dominasi perempuan dalam penggunaan media sosial serta pentingnya peran ibu dalam menyaring informasi dan menangkal hoaks di era digital.

Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital anak, termasuk membiasakan verifikasi informasi sebelum disebarluaskan. Selain itu, ia mengingatkan risiko keamanan digital, seperti membagikan lokasi secara real time yang berpotensi membuka celah terhadap tindak kejahatan.

“Setiap informasi yang diterima harus melalui proses verifikasi sebelum dibagikan. Ini menjadi langkah dasar untuk mencegah penyebaran hoaks,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Dinas Kominfo Jawa Timur menyampaikan bahwa terdapat sejumlah aplikasi yang dapat digunakan untuk membantu orang tua mengawasi penggunaan media sosial anak. Sementara itu, Sri Untari Bisowarno menekankan pentingnya keseimbangan antara pengawasan dan komunikasi dalam keluarga sebagai bagian dari pendidikan literasi digital.

Wakil Direktur UKW PWI Pusat Eko Pamuji menambahkan bahwa arus informasi digital yang terbuka membutuhkan sikap kritis dari setiap pengguna. Ia mengibaratkan internet sebagai ruang terbuka dengan berbagai potensi risiko, sehingga verifikasi informasi menjadi langkah utama sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Seminar yang berlangsung hingga pukul 16.30 WIB ini ditutup dengan antusiasme peserta. Kegiatan tersebut dinilai memberikan pemahaman praktis terkait literasi digital keluarga serta memperkuat kesadaran akan pentingnya peran perempuan dalam menghadapi tantangan penyebaran hoaks di era digital.

Reporter: Respati
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.