Batang, abahtindik.com – Pemerintah terus memperkuat infrastruktur penunjang investasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembangunan akses jalan menuju Jeti KIT Batang terus dikebut sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan mempercepat arus logistik dan meningkatkan daya saing kawasan industri terbesar di Indonesia tersebut.
Pembangunan infrastruktur akses jalan Jeti KIT Batang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jawa Tengah. Proyek ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2022 tentang Percepatan Investasi melalui Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kawasan Industri Batang I, Ahmad, menjelaskan bahwa pembangunan akses jalan menuju kawasan pelabuhan industri tersebut menjadi salah satu infrastruktur kunci untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang dari dan menuju kawasan industri.
“Pembangunan akses jalan Jeti KIT Batang bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan mempercepat transportasi barang antara pelabuhan dan kawasan industri sehingga proses distribusi menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Menurut Ahmad, pekerjaan dimulai berdasarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang diterbitkan pada 30 Oktober 2023 dan dilaksanakan dengan skema kontrak tahun jamak (multi years contract) Tahun Anggaran 2023–2024.
Nilai proyek yang dikelola Kementerian PUPR melalui paket pembangunan akses Jeti KIT Batang mencapai sekitar Rp194 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur strategis yang nantinya menjadi jalur utama penghubung aktivitas logistik kawasan industri dengan fasilitas pelabuhan.
Salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan proyek ini adalah lokasi pekerjaan yang melintasi jalur rel kereta api ganda antara Stasiun Krengseng dan Stasiun Kalibodri pada lintas Semarang–Cirebon. Untuk menjamin keselamatan operasional kereta api, pembangunan dilakukan melalui konstruksi overpass atau perlintasan tidak sebidang.
Karena itu, selama proses pelaksanaan pekerjaan, tim proyek terus melakukan koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Semarang, baik terkait desain teknis maupun metode pelaksanaan konstruksi di lapangan.
“Kami harus memastikan seluruh pekerjaan berjalan aman tanpa mengganggu operasional kereta api. Oleh karena itu koordinasi dengan pihak perkeretaapian menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek ini,” kata Ahmad.
Koordinator Pengawas Lapangan PPK Kawasan Industri Batang, Doni Indra Pradana, menambahkan bahwa pembangunan akses Jeti diharapkan mampu mempercepat konektivitas antara kawasan industri dan pelabuhan sehingga menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif.
Menurutnya, kemudahan distribusi barang akan menjadi salah satu faktor utama yang menarik minat investor untuk menanamkan modal di KIT Batang.
“Dengan adanya akses jalan Jeti ini, proses distribusi barang dari pelabuhan menuju kawasan industri akan lebih cepat. Dampaknya adalah meningkatnya daya tarik investasi karena kebutuhan logistik investor dapat terlayani dengan lebih baik,” jelasnya.
Hingga saat ini progres pekerjaan di lapangan telah mencapai sekitar 56 persen. Pemerintah optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh kawasan industri maupun masyarakat sekitar.
Keberadaan akses jalan Jeti KIT Batang tidak hanya akan memperkuat posisi kawasan industri sebagai pusat investasi nasional, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Mulai dari terbukanya lapangan kerja baru, meningkatnya aktivitas usaha lokal, hingga tumbuhnya sektor pendukung industri di wilayah Batang dan sekitarnya.
Pemerintah berharap sinergi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Kementerian PUPR, pemerintah daerah, penyedia jasa konstruksi, hingga instansi perkeretaapian, dapat memastikan proyek strategis ini selesai tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat.
Dengan nilai investasi infrastruktur yang mencapai ratusan miliar rupiah, pembangunan akses Jeti KIT Batang menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ekosistem industri nasional sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Reporter: Rijen Senario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan











