Peristiwa

Kapolda Jatim Temui Ulama di Kediri, Dorong Penguatan Koordinasi Keamanan Wilayah Mataraman

2498
×

Kapolda Jatim Temui Ulama di Kediri, Dorong Penguatan Koordinasi Keamanan Wilayah Mataraman

Sebarkan artikel ini

Kapolda Jatim menemui sejumlah ulama di Kediri. Ketua Umum MUI mendorong perluasan koordinasi kepolisian dan pesantren di wilayah Mataraman.

Kediri, Abahtindik.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memperkuat koordinasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui kunjungan ke sejumlah ulama dan pimpinan pondok pesantren di Kediri, Senin 19 Oktober 2026, sebagai langkah awal membangun komunikasi dengan tokoh agama pada masa kepemimpinannya di Polda Jatim.

Kunjungan tersebut diawali dengan pertemuan bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M. Anwar Iskandar, di kompleks Pondok Pesantren Al-Amien, Rejomulyo, Kota Kediri.

Pertemuan itu menyoroti pentingnya keterlibatan ulama, pesantren, dan masyarakat dalam membantu kepolisian menjaga stabilitas keamanan serta mengantisipasi potensi gangguan ketertiban.

KH M. Anwar Iskandar menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan tidak hanya berada di tangan aparat kepolisian, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, lingkungan pesantren memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi sosial sekaligus membantu mendeteksi persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan.

Ia meminta pengurus pesantren dan masyarakat segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan persoalan yang membutuhkan penanganan aparat.

Komunikasi langsung dengan pimpinan kepolisian dinilai dapat mempercepat koordinasi sekaligus mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.

Dalam pertemuan tersebut, Kiai Anwar juga mengusulkan perluasan forum komunikasi antara kepolisian dan ulama di kawasan Mataraman.

Wilayah yang menjadi perhatian mencakup Kediri, Tulungagung, Blitar, Nganjuk, hingga Madiun.

Usulan tersebut diarahkan untuk membangun hubungan yang lebih terstruktur antara jajaran kepolisian dan tokoh agama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial maupun potensi gangguan kamtibmas.

Namun, gagasan perluasan forum komunikasi itu belum disertai penjelasan mengenai mekanisme pembentukan, jadwal pelaksanaan, maupun pembagian tanggung jawab antarwilayah.

Kejelasan tindak lanjut menjadi penting agar koordinasi antara kepolisian dan pesantren tidak hanya berlangsung melalui kunjungan silaturahmi, tetapi berkembang menjadi sistem komunikasi yang dapat digunakan ketika muncul persoalan di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Anwar turut menyampaikan doa agar kepemimpinan baru Polda Jawa Timur mampu menjaga persatuan dan menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Setelah bertemu Ketua Umum MUI, Irjen Pol Dekananto melanjutkan kunjungan ke sejumlah tokoh pesantren di wilayah Kediri.

Rangkaian silaturahmi tersebut meliputi pertemuan dengan KH Anwar Mansyur di Pondok Pesantren Lirboyo, KH Nurul Huda Djazuli di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, serta KH Abdurrahman Al Kautsar atau Gus Kautsar.

Kunjungan ke sejumlah pesantren tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas komunikasi kepolisian dengan tokoh agama yang memiliki pengaruh sosial di tengah masyarakat.

Selain bersilaturahmi, Kapolda Jatim bersama rombongan berziarah ke makam Syekh Wasil di kawasan Setono Gedong, Kota Kediri.

Juru kunci makam, Muhammad Yusuf Wibisono, membenarkan kedatangan rombongan Kapolda Jatim.

Ia berharap kepolisian terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Kapolda Jatim didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jawa Timur.

Mereka antara lain Dirintelkam Kombes Pol Bondan Witjaksono, Dirlantas Kombes Pol Rahmat Hakim, Dirreskrimum Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, serta Dirbinmas Kombes Pol Darman.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto dan Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif bersama jajaran turut menyambut kunjungan tersebut.

Keterlibatan pejabat kepolisian tingkat daerah hingga kewilayahan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menangani persoalan keamanan yang membutuhkan komunikasi dengan tokoh masyarakat.

Namun, efektivitas pendekatan tersebut masih perlu dilihat dari mekanisme penyampaian informasi, kecepatan respons kepolisian, serta tindak lanjut laporan masyarakat.

Usulan penguatan komunikasi di kawasan Mataraman juga memerlukan koordinasi lintas wilayah agar persoalan keamanan yang melibatkan lebih dari satu daerah dapat ditangani secara terpadu.

Silaturahmi Kapolda Jatim dengan para ulama di Kediri menjadi langkah awal membangun hubungan kelembagaan antara kepolisian, pesantren, dan masyarakat.

Keberlanjutan komunikasi tersebut diharapkan menghasilkan koordinasi yang lebih terukur, mempercepat penanganan persoalan sosial, serta memberikan manfaat nyata bagi keamanan masyarakat Jawa Timur.

Reporter: Bhayu Indarto

Redaktur: Aris Setyoadji

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.