HeadlinePemerintahan

Wali Kota Surabaya Pastikan Dukung Penuh untuk Tenaga Medis di Surabaya

176
×

Wali Kota Surabaya Pastikan Dukung Penuh untuk Tenaga Medis di Surabaya

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, abahtindik.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan komitmennya untuk memberikan perlindungan penuh kepada para dokter yang bertugas memberikan layanan kesehatan di Kota Pahlawan.

Penegasan itu disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menanggapi kasus kekerasan yang dialami dr. Faradina Sulistiyani, SpB, M.Ked.Klin, FInaCS, di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya, pada Jumat (25/4/2025). Dalam insiden tersebut, dr. Faradina mengalami luka robek dan memar akibat kekerasan benda tumpul yang dilakukan oleh pasien.

“Pemerintah Kota Surabaya punya komitmen selalu melindungi dokter. Sejak kejadian pertama itu terjadi, maka saya meminta kasus itu harus dilaporkan secara hukum, dan berjalan secara hukum,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, Selasa (26/8/2025).

Wali Kota Eri menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin kasus kekerasan yang dialami dokter RSUD BDH berhenti di tengah jalan. “Maka saya minta untuk dilaporkan dan tidak ada perdamaian. Karena saya harus betul-betul menjaga dan melindungi dokter,” ujarnya.

Menurutnya, para dokter telah menjalankan tugas mulia dalam memberikan pelayanan kesehatan dan menyelamatkan nyawa warga Surabaya. Karena itu, Pemkot Surabaya memberikan pendampingan hukum kepada dr. Faradina hingga proses persidangan rampung.

“Kami tidak ingin para dokter merasa tidak nyaman. Padahal beliau, para dokter ini sudah menjalankan tugasnya untuk memberikan kesehatan, menyelamatkan nyawa orang di Kota Surabaya,” tuturnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemkot tidak hanya melindungi para dokter di rumah sakit pemerintah, tetapi juga rumah sakit swasta. Ia mencontohkan saat Covid-19, pemkot memberikan perlindungan terhadap seorang dokter rumah sakit swasta yang dilaporkan oleh pasiennya.

“Dokter di rumah sakit (swasta) itu dilaporkan, ya kita lindungi. Karena beliau menjalankan tugasnya, meskipun bukan di rumah sakit pemerintah. Itulah komitmen pemerintah untuk melindungi dokter, memberikan pelayanan kepada masyarakat di Surabaya,” jelasnya.

Kronologi Kekerasan yang Dialami Dokter
Sementara itu, dr. Faradina Sulistiyani menjelaskan kronologi kekerasan yang dialaminya. Ia menuturkan, pasien tersebut telah ditanganinya dan sudah dinyatakan sembuh sejak dua tahun lalu. Adapun keluhan lain, itu terkait dengan penyakit yang berbeda.

“Sudah kami jelaskan sejelas-jelasnya. Jadi keluhan tersebut kami rasa sudah kami layani dengan optimal,” ujarnya.

Menanggapi keluhan pasien terkait nyeri di punggung, Faradina menuturkan bahwa hal itu berkaitan dengan neuropatik, di mana rasa nyeri biasa dirasakan pada penderita kencing manis. Karena luka akibat operasi bedah sudah sembuh, tindak lanjut keluhan pasien dialihkan ke bagian terkait.

“Namun mungkin pasien mengharapkan pelayanan saya, karena yang mengoperasi saya. Tapi sesuai dengan kompetensi saya, saya mengalihkan sesuai keluhan pasien ke bagian terkait,” pungkasnya.

(Res)

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *