LUMAJANG, abahtindik.com – Gelaran Festival Membatik Ceria Anak Bangsa di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (17/10/2025) bukan sekadar ajang unjuk kreativitas. Kegiatan ini menjadi strategi Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam menumbuhkan fondasi nasionalisme dan memperkenalkan nilai-nilai budaya luhur kepada anak-anak sejak usia dini.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, yang hadir membuka acara, menegaskan bahwa seni membatik merupakan medium edukasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai fundamental: kesabaran, ketelitian, kemandirian, dan apresiasi mendalam terhadap kearifan lokal.
“Anak-anak yang diajak membatik bukan hanya sedang belajar seni, tetapi juga menghargai warisan budaya bangsa. Dari selembar kain yang mereka gambar, tersimpan nilai kesabaran, ketelitian, dan cinta pada Indonesia,” ujar Indah.
Indah menjelaskan, kegiatan membatik dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan kepekaan budaya dan kebanggaan terhadap jati diri bangsa. Ia menyoroti pentingnya pelibatan unsur budaya dalam pendidikan anak usia dini agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri.
Pesan yang dibawa Pemkab Lumajang cukup tegas: di tengah gempuran budaya global, penguatan identitas lokal melalui pendidikan formal dan informal adalah sebuah keharusan.
“Ketika anak-anak memahami makna batik sebagai warisan luhur bangsa, mereka akan tumbuh dengan rasa memiliki terhadap Indonesia. Inilah cara halus tapi kuat untuk membangun nasionalisme sejak dini,” imbuh Indah, menekankan bahwa nasionalisme tak harus diteriakkan, melainkan diwujudkan melalui karya dan pemahaman budaya.
Lebih dari sekadar ajang pameran, festival ini merupakan wujud kolaborasi solid antara pendidik, orang tua, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem pendidikan yang berpijak pada nilai-nilai lokal, sebuah langkah strategis untuk mencetak karakter anak yang kuat dan kreatif.
Ketua Panitia, Aning Catur, menambahkan bahwa momentum ini penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengenalkan budaya lokal.
“Kami ingin anak-anak tumbuh tidak hanya cerdas, tetapi juga bangga terhadap budaya bangsanya. Terima kasih kepada Bupati Indah atas dukungannya bagi pendidikan karakter di Lumajang,” ujarnya.
Bupati Indah menutup dengan metafora yang kuat: “Dari kegiatan membatik sederhana ini, kita sedang menenun masa depan bangsa. Generasi yang lahir dari tangan-tangan kecil ini akan tumbuh menjadi anak-anak yang mencintai Indonesia dengan hati dan karya.”
Ajang Festival Membatik Ceria ini menjadi bukti bahwa Lumajang memilih jalur budaya sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk karakter generasi penerusnya.
(Res)











