HeadlinePemerintahan

Bojonegoro Bidik Penurunan Stunting Lewat Cek Kesehatan Gratis 2026

43
×

Bojonegoro Bidik Penurunan Stunting Lewat Cek Kesehatan Gratis 2026

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, abahtindik.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi memulai penguatan layanan kesehatan promotif dan preventif di awal tahun 2026. Langkah ini ditandai dengan peluncuran Kampanye Cegah Stunting yang dirangkaikan dengan Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 di Puskesmas Malo, Jumat (23/1/2026).

Program strategis ini memfokuskan pengawalan kesehatan pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), mencakup ibu hamil dan balita. Selain itu, pemerintah daerah juga menginisiasi penyaluran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara masif yang ditargetkan menjangkau 1.569 ibu hamil dan 9.345 balita di seluruh wilayah Bojonegoro.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah. Rangkaian acara dimulai dengan penyaluran PMT bagi penderita tuberkulosis (TBC) di Pendopo Kecamatan Malo, sebelum berlanjut ke agenda utama di Puskesmas setempat.

Investasi Generasi Masa Depan
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa kesehatan generasi penerus bukan sekadar urusan domestik keluarga, melainkan tanggung jawab kolektif pemerintah dan masyarakat.

“Anak-anak inilah yang akan meneruskan generasi ke depan. Pemerintah wajib memfasilitasi dan memastikan mereka tumbuh sehat,” ujar Setyo Wahono melalui keterangan tertulis yang diterima analisapublik.id, Jumat.

Ia juga menginstruksikan agar dalam sepekan ke depan, penyaluran PMT dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan. Langkah ini akan dibarengi dengan pemantauan kesehatan secara berkala guna memastikan intervensi gizi tepat sasaran. Setyo pun mengimbau para ibu hamil untuk lebih disiplin menjaga asupan nutrisi dan higienitas lingkungan.

Target Prevalensi Stunting di Angka 9 Persen
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiyati, menjelaskan bahwa Gerakan Bumil Sehat menjadi pilar utama dalam menekan angka stunting. Untuk periode 2026–2029, Pemkab memasang target ambisius dalam menurunkan angka ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).

“Pengawalan kesehatan dilakukan ketat sejak masa kehamilan. Saat ini prevalensi berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) berada di angka 12 persen, dan kami targetkan turun hingga di bawah 10 persen atau menyentuh 9 persen,” ungkap Ninik.

Sebagai refleksi, pada tahun 2025 lalu, intervensi PMT telah diberikan kepada 2.558 ibu hamil dan menyusui selama 120 hari, serta 7.269 balita selama 56 hari. Khusus bagi balita dengan kategori gizi buruk, pemberian nutrisi tambahan diperpanjang hingga 56 hari berikutnya.

Pada tahun 2026 ini, cakupan penerima PMT diperluas secara signifikan. Selain distribusi bantuan fisik, program ini memperkuat edukasi masyarakat mengenai pentingnya Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya deteksi dini penyakit dan perbaikan status gizi nasional.

Acara ditutup dengan penyerahan PMT secara simbolis kepada perwakilan ibu hamil dan balita, sekaligus penyerahan alokasi anggaran PMT kepada pihak puskesmas untuk segera didistribusikan ke tingkat desa.

(Res)

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *