HeadlinePemerintahan

Progres 90 Persen, Pasar Banyuwangi 2026 Harus Selesai

61
×

Progres 90 Persen, Pasar Banyuwangi 2026 Harus Selesai

Sebarkan artikel ini

BANYUWANGI – abahtindik.com | Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menargetkan proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi yang terintegrasi dengan kawasan Asrama Inggrisan dapat diselesaikan pada tahun 2026. Hingga Januari 2026, progres fisik pembangunan dilaporkan telah mencapai sekitar 90 persen.

Proyek revitalisasi tersebut dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total anggaran sebesar Rp125 miliar. Pembangunan difokuskan untuk menjadikan Pasar Banyuwangi sebagai ikon baru destinasi wisata kuliner sekaligus pusat aktivitas perdagangan tradisional di jantung Kota Banyuwangi.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda, menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek sejauh ini berjalan sesuai dengan perencanaan teknis yang telah ditetapkan. Ia menegaskan, penyelesaian tepat waktu menjadi kunci agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat.

“Progres pembangunan saat ini berjalan baik dan sesuai rencana. Kami berharap kawasan ini nantinya tidak hanya menjadi pusat perdagangan, tetapi juga berkembang sebagai destinasi heritage dan wisata kuliner yang menarik,” ujar Bramuda saat melakukan peninjauan lapangan, Rabu (21/1/2026).

Peninjauan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat perangkat daerah, antara lain Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan, Kepala Dinas Perhubungan, serta unsur teknis yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek revitalisasi.

Pasar Banyuwangi dirancang sebagai pasar tradisional dengan konsep modern dan tampilan ikonik. Bangunan utama terdiri atas dua lantai dengan pembagian zona yang jelas, meliputi pasar basah, pasar kering, serta sentra kuliner. Selain itu, fasilitas pendukung berupa gedung parkir juga disiapkan guna menunjang kenyamanan dan aksesibilitas pengunjung.

Sementara itu, Asrama Inggrisan yang berada dalam satu kawasan merupakan bangunan cagar budaya dengan nilai sejarah tinggi. Proses revitalisasi dilakukan dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan tentang pelestarian cagar budaya, sehingga keaslian struktur dan karakter bangunan tetap dipertahankan.

Secara historis, Asrama Inggrisan dikenal sebagai bagian dari kompleks perkantoran telegraf pada masa kolonial. Pada akhir abad ke-19, kawasan ini menjadi salah satu titik penting jaringan komunikasi global, ketika kabel telegraf bawah laut yang menghubungkan Eropa dan Australia tersambung melalui Banyuwangi.

Pemerintah daerah berharap, setelah seluruh tahapan pembangunan rampung dan kawasan mulai beroperasi penuh, revitalisasi Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan dapat memperkuat daya tarik kota sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi pedagang dan masyarakat sekitar.

“Kami berharap keberadaan kawasan ini mampu menjadi pengungkit ekonomi lokal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan, khususnya bagi para pedagang,” pungkas Bramuda.

Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *