Headline

Satgas BBWS Brantas dan PU SDA Jatim Tanggap Darurat Banjir Bedadung, Infrastruktur Rusak dan 18 Desa Terdampak

67
×

Satgas BBWS Brantas dan PU SDA Jatim Tanggap Darurat Banjir Bedadung, Infrastruktur Rusak dan 18 Desa Terdampak

Sebarkan artikel ini

JEMBER – abahtindik.com | Balai Besar Wilayah Sungai Brantas bersama PU SDA Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menangani banjir akibat luapan Sungai Bedadung di Kabupaten Jember, Kamis malam, 12 Februari 2026. Hujan deras sejak sore di kawasan hulu DAS Bedadung memicu lonjakan debit air hingga meluber ke permukiman warga sekitar pukul 23.30 WIB.

Keterangan Foto:
Alat berat excavator melakukan normalisasi dan penguatan tebing Sungai Bedadung di kawasan permukiman warga, Jember. Pekerjaan difokuskan pada penanganan darurat pascabanjir untuk mencegah longsor susulan dan melindungi rumah warga di bantaran sungai.
Dok. abahtindik.com
Sumber: PU SDA Provinsi Jawa Timur

Kenaikan debit terjadi di sejumlah sungai, antara lain Bedadung, Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, dan Kalilembangan. Kapasitas alur sungai tidak mampu menampung limpasan air sehingga genangan meluas. Data sementara mencatat sedikitnya 18 desa di sembilan kecamatan terdampak dengan tinggi genangan berkisar 70 sampai 120 sentimeter.

Air masuk ke rumah warga dan menghentikan aktivitas masyarakat. Warga mengevakuasi barang ke tempat lebih tinggi untuk menghindari kerusakan. Arus deras juga merusak infrastruktur. Dinding saluran irigasi Primer DI Bedadung jebol. Jalan inspeksi di bantaran sungai longsor. Tiga jembatan dilaporkan putus. Kantor UPI Bedadung turut tergenang setinggi 60 hingga 80 sentimeter.

Keterangan Foto:
Karung jumbo berisi material penahan dipasang di sepanjang tebing Sungai Bedadung, Jember, sebagai langkah tanggap darurat pascabanjir. Alat berat excavator dikerahkan untuk memperkuat dinding saluran serta menstabilkan area terdampak longsor.
Dok. abahtindik.com
Sumber: PU SDA Provinsi Jawa Timur

BBWS Brantas mengerahkan Satgas Penanggulangan Bencana untuk penanganan darurat di lokasi terdampak. Perbaikan dinding saluran dilakukan menggunakan excavator guna menahan laju aliran dan mencegah kerusakan lanjutan. Sebanyak 1.500 sandbag dan 300 jumbobag disiapkan untuk memperkuat tanggul sementara.

Penanganan darurat melibatkan PU SDA Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Jember, BPBD, Dinas PU Bina Marga dan SDA, TNI, dan Polri. Warga setempat turut bergotong royong memperkuat tanggul darurat guna menahan limpasan air.

Hingga Jumat pagi, pendataan kerusakan dan evaluasi teknis masih berlangsung. Petugas tetap bersiaga mengantisipasi hujan susulan di wilayah hulu yang berpotensi meningkatkan debit sungai kembali.

Reporter: Moh. Rifki Hidayat, Nur Hasan

Editor: Subardi, SE

Dok. abahtindik.com

Sumber: PU SDA Provinsi Jawa Timur

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.