SURABAYA – abahtindik.com | Adhy Karyono memastikan 15 ruas tol aktif di Jawa Timur sepanjang 492 kilometer dalam kondisi mantap paling lambat H-10 Lebaran 2026.
Kepastian itu disampaikan usai rapat koordinasi bersama Komisi V DPR RI dan Badan Pengatur Jalan Tol untuk mengawal kesiapan arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia meminta seluruh pekerjaan preservasi dan pemeliharaan dituntaskan sebelum periode puncak pergerakan kendaraan. Tidak boleh ada pekerjaan konstruksi aktif di badan jalan saat masa kritis mudik. Penanganan lubang, retak permukaan, dan pembenahan drainase wajib selesai serta lolos uji kelayakan.
Badan Pengatur Jalan Tol menegaskan operator tol harus memenuhi standar pelayanan minimum. Pengawasan difokuskan pada kualitas perkerasan, marka, rambu, penerangan jalan, serta kesiapan personel siaga. Setiap potensi gangguan teknis yang memicu antrean panjang harus diantisipasi lebih awal.

Keterangan Foto :
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, memimpin rapat koordinasi evaluasi kesiapan 15 ruas tol aktif di Jawa Timur bersama Komisi V DPR RI dan Badan Pengatur Jalan Tol di Surabaya.
Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan preservasi rampung paling lambat H-10 Lebaran 2026 guna memastikan operasional tol berjalan tanpa gangguan selama arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Koordinasi juga melibatkan Komisi V DPR RI untuk memastikan rekayasa lalu lintas berjalan efektif di simpul strategis. Gerbang tol utama, akses kawasan industri, serta konektivitas menuju pelabuhan dan bandara masuk dalam skema pengaturan.
Pengendalian arus diterapkan lebih dini untuk menekan kepadatan kendaraan.
Perhatian khusus diberikan pada ruas Tol Probolinggo–Banyuwangi sepanjang hampir 50 kilometer. Ruas ini disiapkan beroperasi secara fungsional tanpa tarif sementara. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung distribusi kendaraan ke wilayah timur Jawa Timur sekaligus mengurangi beban jalur arteri nasional.

Keterangan Foto :
Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol, Ni Komang, menyampaikan kesiapan 15 ruas tol di Jawa Timur menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026 dalam rapat evaluasi bersama Komisi V DPR RI dan pemerintah daerah di Surabaya.
BPJT menargetkan seluruh pekerjaan preservasi rampung paling lambat H-10 Lebaran, termasuk pengoperasian fungsional ruas Tol Probolinggo–Banyuwangi tanpa tarif sementara.
Sebanyak 25 rest area aktif disiagakan dan diperkuat tiga rest area fungsional tambahan. Pemeriksaan berkala dilakukan terhadap ketersediaan BBM, kebersihan toilet, musala, kapasitas parkir, serta layanan kesehatan. Operator diminta menjaga standar pelayanan agar pengguna jalan tetap aman dan tertib.
Pemerintah daerah bersama otoritas jalan tol memastikan kesiapan teknis dan operasional terus dipantau hingga puncak arus balik. Targetnya mobilitas masyarakat lancar dan distribusi logistik tetap terjaga selama periode Lebaran.
Reporter: Rijen Senario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan
Sumber: Badan Pengatur Jalan Tol











