SEMARANG – abahtindik.com | Pemerintah mulai menangani salah satu titik rob paling kritis di jalur Pantai Utara Jawa. Badan Jalan Kaligawe di Kota Semarang kini ditinggikan sekitar satu meter untuk mengurangi genangan yang selama ini kerap mengganggu arus kendaraan di koridor utama Pantura.
Penanganan dilakukan pada ruas sepanjang kurang lebih 700 meter di kawasan Kaligawe. Segmen ini berada di jalur penghubung Kota Semarang dengan Kabupaten Demak. Koridor tersebut menjadi bagian penting jaringan jalan nasional yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan logistik dan kendaraan antarkota.
Selama bertahun-tahun kawasan Kaligawe dikenal sebagai titik rawan rob. Elevasi badan jalan yang relatif rendah membuat air laut mudah meluap ke permukaan jalan saat pasang tinggi. Ketika rob terjadi bersamaan dengan curah hujan tinggi, genangan sering meluas hingga menutup sebagian badan jalan.
Kondisi ini berdampak langsung pada kelancaran arus kendaraan. Kecepatan lalu lintas turun drastis, antrean kendaraan memanjang, dan risiko kecelakaan meningkat terutama bagi kendaraan roda dua. Jalur Pantura yang seharusnya menjadi koridor distribusi utama barang antarkota sering tersendat ketika genangan rob muncul di kawasan ini.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah–DI Yogyakarta melaksanakan pekerjaan konstruksi melalui peninggian elevasi badan jalan. Tahapan pekerjaan dimulai dari penimbunan material pilihan untuk menaikkan permukaan tanah, dilanjutkan dengan proses pemadatan tanah dasar agar struktur memiliki stabilitas tinggi.
Setelah lapisan dasar dinyatakan stabil, konstruksi dilanjutkan dengan pembangunan struktur perkerasan menggunakan rigid beton. Jenis perkerasan ini dipilih karena memiliki ketahanan lebih baik terhadap genangan air dibandingkan perkerasan aspal. Rigid beton juga mampu menahan beban kendaraan berat dalam intensitas lalu lintas tinggi seperti yang terjadi di jalur Pantura.
Kepala BBPJN Jawa Tengah–DI Yogyakarta Moch Iqbal Tamher menjelaskan pekerjaan saat ini difokuskan pada sisi jalur menuju Demak. Segmen tersebut menjadi prioritas karena merupakan bagian jalan yang paling sering terendam rob.
“Pekerjaan difokuskan lebih dahulu pada sisi arah Demak dengan konstruksi rigid beton dan peninggian sekitar satu meter dari kondisi sebelumnya,” ujarnya.
Strategi penanganan dilakukan secara bertahap agar arus kendaraan tetap berjalan selama pekerjaan berlangsung. Jalur arah Semarang tetap dibuka untuk lalu lintas dengan sistem pengaturan kendaraan di lokasi proyek.
Petugas lapangan menerapkan manajemen lalu lintas dengan pembatas jalur serta pengaturan kecepatan kendaraan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan distribusi logistik tidak terhenti selama pekerjaan konstruksi berlangsung.
Ruas Kaligawe memiliki peran strategis dalam jaringan transportasi Jawa bagian utara. Jalur ini menghubungkan kawasan industri di Semarang dengan wilayah Demak, Kudus, hingga Rembang. Selain kendaraan logistik, jalur ini juga menjadi akses penting menuju kawasan pelabuhan serta jalur distribusi antarprovinsi.
Gangguan lalu lintas di Kaligawe tidak hanya berdampak pada Kota Semarang. Efeknya bisa menjalar hingga ke koridor Pantura di wilayah Jawa Tengah bagian timur. Setiap kali rob muncul, antrean kendaraan kerap memanjang dan mengganggu arus distribusi barang antarwilayah.
Melalui peninggian badan jalan ini, pemerintah menargetkan ruas Kaligawe tetap dapat dilalui kendaraan meskipun terjadi rob atau hujan dengan intensitas tinggi. Peningkatan elevasi jalan diharapkan mampu memutus siklus genangan yang selama ini berulang setiap musim pasang.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan infrastruktur transportasi di kawasan pesisir utara Jawa. Pemerintah menilai penanganan titik rob di jalur Pantura tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut stabilitas distribusi logistik nasional.
Reporter: Dwi Santoso
Editor: Bambang Setiawan
Sumber: abahtindik.com











