SURABAYA – abahtindik.com | Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur memperkuat kesiapan sejumlah jalur nasional yang menjadi lintasan utama pemudik di wilayah barat hingga selatan Jawa Timur. Langkah ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman dapat berlangsung aman, lancar, dan minim hambatan selama periode mudik Idulfitri.
Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II berada di bawah koordinasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali. Satuan kerja ini dipimpin oleh Andhika Tommy Ardiansyah, S.T., M.Eng.Sc. dengan kantor operasional di Jalan Raya Waru No. 20, Sidoarjo.
Sejumlah jalur nasional yang berada dalam wilayah kerja Satker PJN Wilayah II memiliki peran strategis dalam menghubungkan berbagai wilayah di Jawa Timur, terutama jalur yang menghubungkan kawasan perbatasan Jawa Tengah menuju Ngawi, Madiun, Nganjuk, Kediri, Tulungagung hingga kawasan selatan seperti Pacitan dan Trenggalek. Pada masa mudik Lebaran, jalur tersebut menjadi lintasan penting bagi kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik yang bergerak antarwilayah.
Dalam wawancara dengan abahtindik.com, pihak Satker PJN Wilayah II menjelaskan bahwa kesiapan jalur nasional telah menjadi perhatian sejak beberapa waktu terakhir melalui pemantauan kondisi jalan secara berkala, pengawasan lapangan, serta koordinasi teknis dengan unit pelaksana di lapangan.
“Menjelang arus mudik Lebaran 2026, kami memastikan kondisi jalan nasional di wilayah kerja Satker PJN Wilayah II tetap dalam kondisi baik dan siap dilalui kendaraan. Pemantauan rutin terus dilakukan oleh tim teknis agar potensi gangguan di lapangan dapat segera diantisipasi,” ujar perwakilan Satker PJN Wilayah II kepada abahtindik.com, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, persiapan menghadapi arus mudik tidak hanya berfokus pada kondisi fisik jalan, tetapi juga pada sistem pemantauan lalu lintas serta ketersediaan informasi bagi masyarakat. Hal ini dinilai penting agar pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik sebelum berangkat menuju kampung halaman.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran arus mudik nasional, Kementerian Pekerjaan Umum juga menyediakan Microsite Mudik Lebaran yang dapat diakses oleh masyarakat secara daring. Melalui platform tersebut, pengguna jalan dapat memperoleh informasi kondisi jalan nasional secara real-time.
Layanan tersebut menampilkan berbagai informasi penting, mulai dari kondisi jalan dan jembatan nasional, siaran CCTV pada ruas jalan nasional baik tol maupun non-tol, lokasi rest area, posko mudik Kementerian PU, hingga informasi mengenai jalur operasional dan jalur fungsional yang dapat digunakan selama periode mudik.
“Melalui microsite mudik Kementerian PU, masyarakat dapat memantau kondisi lalu lintas secara langsung sebelum memulai perjalanan. Informasi ini sangat membantu pemudik dalam menentukan rute perjalanan yang lebih aman serta menghindari potensi kepadatan lalu lintas,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan call center mudik Lebaran di nomor 0822-8885-8884 yang dapat dihubungi masyarakat selama 24 jam untuk memperoleh informasi kondisi jalan maupun layanan darurat selama perjalanan.
Di wilayah kerja Satker PJN Wilayah II Jawa Timur, pengelolaan jalur nasional dilaksanakan melalui tujuh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang menangani sejumlah koridor strategis di wilayah barat dan selatan Jawa Timur.
PPK 2.1 yang dipimpin Mahatma Manurung, S.E., S.T. menangani ruas Kertosono – Kediri – Tulungagung – Jarakan (Trenggalek). Jalur ini menjadi salah satu penghubung penting antara wilayah Kediri, Tulungagung hingga akses menuju kawasan selatan Jawa Timur.
Sementara itu PPK 2.2 yang dipimpin Candra Hervin Subandriyo, S.T. menangani ruas Mantingan – Ngawi – Maospati – Madiun, yang merupakan jalur perlintasan kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju kawasan tengah Jawa Timur.
Untuk wilayah pesisir selatan, PPK 2.3 yang dipimpin Endhy Aktony, S.T. menangani ruas Batas Pacitan – Jarakan (Trenggalek) – Dengok, sementara PPK 2.4 yang dipimpin Alif Setyo Ismoyo, S.T., M.T. menangani ruas Glonggong – Pacitan – Hadiwarno – Batas Kabupaten Trenggalek.
Di sisi lain, PPK 2.5 yang dipimpin Rahmat Romadhona, S.T., M.T. menangani ruas Ngawi – Caruban – Nganjuk – Kertosono, yang merupakan jalur utama kendaraan dari arah barat menuju wilayah tengah Jawa Timur.
Adapun jalur Pansela (Pantai Selatan) yang melintasi wilayah Trenggalek dan Tulungagung berada di bawah penanganan PPK 2.6 yang dipimpin I Made Budiana, S.T., M.T., sedangkan jalur Pansela di wilayah Kabupaten Blitar ditangani oleh PPK 2.7 yang dipimpin Leo Aditya Mahardika, S.T.
Keberadaan jalur-jalur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat antarwilayah di Jawa Timur. Pada masa mudik Lebaran, intensitas kendaraan di jalur tersebut biasanya mengalami peningkatan signifikan, terutama kendaraan pribadi yang bergerak dari kawasan perkotaan menuju wilayah kabupaten di Jawa Timur.
Satker PJN Wilayah II juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan perjalanan mudik dengan baik, termasuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima serta memanfaatkan fasilitas informasi yang telah disediakan pemerintah.
“Perjalanan mudik bukan sekadar cepat sampai, tetapi yang paling utama adalah sampai dengan selamat. Karena itu masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan matang serta memanfaatkan informasi kondisi jalan yang tersedia,” pungkasnya.
Informasi lengkap terkait kondisi jalur mudik Lebaran dapat diakses melalui microsite resmi Kementerian PU di alamat mudik.pu.go.id
Editor : H. Muhajir Wahyu Ramadhan











