TULUNGAGUNG – abahtindik.com | Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali melaksanakan kegiatan pemeliharaan rutin jaringan jalan kabupaten dengan melakukan penambalan lubang di ruas Jalan Kedungsoko–Gesikan, Kamis (12/03/2026).
Kegiatan ini dikerjakan oleh petugas Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Tulungagung sebagai tindak lanjut hasil pemantauan kondisi lapangan.
Penanganan difokuskan pada sejumlah titik yang mengalami kerusakan permukaan aspal berupa lubang dan penurunan kualitas perkerasan. Kerusakan tersebut dinilai berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua serta kendaraan dengan muatan berat yang rutin melintasi jalur tersebut.
Dalam pelaksanaannya, petugas menerapkan prosedur teknis secara bertahap dan terukur. Tahapan dimulai dari pembersihan area kerusakan untuk memastikan tidak ada material lepas yang menghambat daya lekat tambalan.
Selanjutnya dilakukan penyiraman pada permukaan yang akan diperbaiki, kemudian penghamparan material aspal dingin (coldmix). Setelah itu, material dipadatkan menggunakan alat pemadat mekanis agar tambalan menyatu dengan struktur perkerasan lama dan mampu menahan beban lalu lintas harian.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Dwi Hari Subagyo, melalui Kepala UPT PJJ Tulungagung Mohamad Arif Wicaksana, ST., menjelaskan bahwa penanganan lubang merupakan bagian dari kegiatan pemeliharaan rutin yang dilaksanakan setiap hari berdasarkan hasil inspeksi dan monitoring berkala. Setiap titik kerusakan yang teridentifikasi segera dimasukkan dalam daftar prioritas penanganan untuk mencegah kerusakan berkembang menjadi lebih luas.
Menurut Arif, penggunaan metode coldmix dipilih karena memiliki keunggulan dalam penanganan cepat dan fleksibel di lapangan. Material ini tidak memerlukan proses pemanasan seperti hotmix, sehingga lebih efisien untuk perbaikan darurat maupun pemeliharaan rutin pada kerusakan skala kecil hingga menengah. Dengan metode tersebut, proses perbaikan dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat tanpa menutup ruas jalan dalam durasi lama.
“Penanganan ini menyasar titik-titik berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Tujuannya untuk menekan risiko kecelakaan sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat saat berkendara,” jelas Arif.
Ruas Jalan Kedungsoko–Gesikan sendiri memiliki fungsi strategis sebagai jalur penghubung aktivitas masyarakat di wilayah tersebut. Selain digunakan oleh kendaraan pribadi, ruas ini juga dilintasi kendaraan distribusi barang dan aktivitas ekonomi warga. Kondisi jalan yang terpelihara dinilai berpengaruh terhadap kelancaran mobilitas dan stabilitas aktivitas sosial ekonomi di tingkat lokal.
Melalui kegiatan ini, PUPR Tulungagung menegaskan komitmennya dalam menjaga kemantapan jaringan jalan kabupaten secara berkelanjutan. Pemeliharaan rutin tidak hanya bertujuan memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk memperpanjang usia layanan perkerasan jalan.
PUPR Tulungagung juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintasi lokasi pekerjaan serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan. Dukungan masyarakat dinilai penting dalam menjaga kondisi jalan agar tidak cepat mengalami kerusakan akibat penggunaan yang tidak sesuai peruntukan.
Langkah pemeliharaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan infrastruktur publik berjalan optimal, responsif terhadap kondisi lapangan, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan.
Sumber: Dinas PUPR Tulungagung
Reporter: Endi Sunaryo
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan











