JAKARTA – abahtindik.com | Upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berkendara menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 terus dilakukan melalui pendekatan edukatif langsung di lapangan. Sejumlah Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) menggelar kegiatan penyuluhan Mudik Aman, sosialisasi layanan kepolisian 110, serta aksi sosial pembagian takjil di kawasan Jalan Raya Arteri Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi aktif Taruna Akpol dalam mendukung kesiapan pengamanan Operasi Ketupat 2026, khususnya pada aspek pencegahan kecelakaan lalu lintas dan peningkatan literasi masyarakat terhadap layanan kepolisian. Dengan menyasar langsung pengguna jalan, pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kesadaran kolektif sebelum memasuki periode puncak mudik.
Para taruna yang terlibat berasal dari angkatan 58, 59, dan 60, yakni BKT. Devan Efrain Hutabarat, BKT. Tribrata Putra Sambo, BKT. Andika Rizky Nugroho, BKT. Daniel Damanik, BKT. Reinhart Josua, BKT. Haekal Husein, BT. Muhamad Rashya Arrafi Resdianto, BT. Satrio Akbar Nugroho, BT. Aloysius Rakha Rajendra, BT. Farrel Rayhan Asael, BT. Hazel Akhmad Raksanegara, BT. Almer Fatih, BT. Bizaropharsa Azayaka Nabil, ABT. Fasya Fernanda Islamy, dan ABT. Elfiantara Baskara.
Pemilihan lokasi di Jalan Raya Arteri Daan Mogot bukan tanpa alasan. Jalur ini merupakan salah satu koridor utama dengan intensitas lalu lintas tinggi yang dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga pengemudi ojek online.
Tingginya mobilitas di kawasan ini menjadikannya titik strategis untuk penyampaian pesan keselamatan secara langsung kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, para taruna memberikan edukasi komprehensif terkait keselamatan berkendara, mulai dari pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan jauh, hingga kewaspadaan terhadap potensi bahaya di jalan seperti kelelahan, cuaca, dan kepadatan arus kendaraan. Edukasi ini disampaikan secara komunikatif dan persuasif agar mudah dipahami oleh berbagai kalangan pengguna jalan.
Selain itu, sosialisasi layanan call center 110 menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Layanan 110 merupakan saluran resmi kepolisian yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam untuk melaporkan kejadian darurat, gangguan keamanan, maupun permintaan bantuan. Dengan meningkatnya mobilitas saat mudik, pemahaman terhadap layanan ini dinilai krusial untuk mempercepat respons kepolisian di lapangan.
Perwakilan Taruna Akpol, Muhamad Rashya Arrafi Resdianto, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Tujuan utama kami adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan saat mudik Lebaran, sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan lancar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan layanan 110 perlu terus disosialisasikan agar masyarakat tidak ragu dalam mengakses bantuan kepolisian saat menghadapi situasi darurat.
“Kami juga memperkenalkan layanan 110 sebagai sarana bagi masyarakat untuk menghubungi kepolisian secara cepat dalam situasi darurat, terutama di tengah tingginya mobilitas saat mudik,” tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan, para taruna turut membagikan paket takjil kepada pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat citra humanis Polri dalam membangun kedekatan dengan publik.
Antusiasme masyarakat terlihat dari respons positif para pengemudi ojek online dan pengguna jalan yang menerima edukasi sekaligus bantuan takjil. Interaksi langsung ini menciptakan ruang komunikasi dua arah, di mana masyarakat dapat menyampaikan aspirasi maupun pertanyaan terkait layanan kepolisian.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara Taruna Akpol dan para pengemudi ojek online. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan emosional serta membangun kepercayaan antara aparat kepolisian dan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Secara keseluruhan, kegiatan ini mencerminkan pendekatan preventif dan humanis dalam menjaga keamanan selama periode mudik. Dengan mengedepankan edukasi, pelayanan, dan kedekatan sosial, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas serta memanfaatkan layanan kepolisian secara optimal.
Melalui langkah ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) selama arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat terjaga secara aman, tertib, dan kondusif.
Reporter: Endi Sunaryo
Editor: Respati











