Headline

OPEN HOUSE BUPATI SIDOARJO DISERBU WARGA SEHARI PENUH, JADI UJI NYATA KETERBUKAAN PEMERINTAH DAERAH

1577
×

OPEN HOUSE BUPATI SIDOARJO DISERBU WARGA SEHARI PENUH, JADI UJI NYATA KETERBUKAAN PEMERINTAH DAERAH

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Momentum halal bi halal yang digelar Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berubah menjadi ruang interaksi publik yang masif. Kegiatan open house di kediaman resmi Bupati di kawasan Pabean, Sedati, Selasa (25/3/2026), berlangsung sejak pagi hingga malam hari dengan arus kunjungan yang tidak terputus.

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, S.H., M.Kn, menerima masyarakat secara langsung sejak pukul 08.00 WIB. Hingga malam sekitar pukul 19.30 WIB, warga dari berbagai lapisan masih terus berdatangan, menunjukkan tingginya partisipasi publik dalam momentum pasca Idul Fitri tersebut.

Pantauan di lokasi memperlihatkan pola kunjungan yang tersebar sepanjang hari. Mulai dari unsur perangkat daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga umum hadir bergantian tanpa terjadi lonjakan yang tidak terkendali. Sistem penerimaan tamu yang diatur secara bergiliran membuat kegiatan tetap berjalan tertib.

Secara faktual, kegiatan ini tidak sekadar agenda seremonial. Open house tersebut menjadi ruang komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat—sebuah pendekatan yang jarang terjadi dalam forum formal pemerintahan. Interaksi berlangsung tanpa sekat birokrasi, membuka peluang penyampaian aspirasi secara langsung.
Dalam konteks tata kelola pemerintahan, pola ini menunjukkan model komunikasi yang lebih adaptif. Pemerintah daerah tidak hanya hadir sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai pihak yang membuka akses dialog dengan masyarakat secara langsung.

Kehadiran unsur media dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting. Redaktur Pelaksana analisapublik.id, Kiki Juanda, bersama Pimpinan Redaksi abahtindik.com, H. Muhajir Wahyu Ramadhan, turut memenuhi undangan resmi. Posisi media dalam kegiatan semacam ini tidak hanya sebagai peliput, tetapi juga sebagai penghubung informasi publik yang akuntabel.
Dari sisi pengamanan dan teknis pelaksanaan, kegiatan berjalan kondusif. Aparat bersama panitia mengatur alur masuk tamu guna mencegah penumpukan. Tidak terlihat gangguan berarti sepanjang kegiatan berlangsung.

Tradisi halal bi halal sendiri memiliki dimensi sosial yang kuat di Indonesia. Namun dalam konteks ini, kegiatan tersebut berkembang menjadi instrumen strategis—bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat legitimasi sosial terhadap kepemimpinan daerah.

Durasi kegiatan yang berlangsung hampir seharian penuh menjadi indikator tingginya respons publik. Model pendekatan terbuka seperti ini dinilai mampu memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi daerah. Kegiatan ditutup dengan suasana ramah tamah dan doa bersama, menandai berakhirnya agenda yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata dalam membangun relasi antara pemerintah, masyarakat, dan media.

1678
Reporter: Kiki Juanda
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan
Sumber: Hasil liputan lapangan

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.