Headline

Sungai Petung Meluap, Jalan Nasional Pantura Pasuruan Sempat Tergenang

363
×

Sungai Petung Meluap, Jalan Nasional Pantura Pasuruan Sempat Tergenang

Sebarkan artikel ini

PASURUAN – abahtindik.com | Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Pasuruan menyebabkan Sungai Petung meluap dan merendam ruas Jalan Nasional Pantura, tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda, Kota Pasuruan, Selasa (24/03/2026) malam. Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi di jalur utama penghubung kawasan timur dan barat Jawa Timur yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi, khususnya pada malam hari.

Luapan air mulai terjadi sekitar pukul 19.57 WIB dengan titik terdampak berada di sekitar Jembatan Bok Wedi, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul. Pada waktu tersebut, debit air Sungai Petung meningkat secara signifikan akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu. Kondisi ini diperparah dengan adanya material berupa ranting pohon dan sampah yang menyumbat aliran air di bawah jembatan, sehingga menyebabkan air meluber ke badan jalan nasional.

Genangan air yang terjadi sempat menutup sebagian ruas jalan dan menghambat arus kendaraan yang melintas. Namun demikian, upaya penanganan cepat langsung dilakukan oleh instansi terkait guna mencegah dampak yang lebih luas, termasuk potensi kemacetan panjang di jalur Pantura yang merupakan salah satu urat nadi transportasi darat nasional.

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui PPK 3.5 Provinsi Jawa Timur bersama sejumlah instansi lintas sektor segera bergerak ke lokasi kejadian. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kota Pasuruan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Satuan Lalu Lintas Polres Pasuruan.

Di lapangan, petugas melakukan serangkaian langkah teknis, mulai dari pembersihan material yang menyumbat aliran air di bawah jembatan hingga pengaturan arus lalu lintas secara situasional. Upaya ini bertujuan untuk mempercepat surutnya genangan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas kendaraan di jalur tersebut.

Seiring dengan penanganan yang dilakukan secara intensif, kondisi lalu lintas secara bertahap kembali normal. Saat ini, arus kendaraan dari arah Probolinggo menuju Surabaya maupun sebaliknya telah dibuka untuk dua arah, meskipun pengguna jalan tetap diminta meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi jalan yang sebelumnya terdampak genangan.

Selain itu, peralatan dan personel masih tetap disiagakan di lokasi sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan terjadinya kenaikan debit air susulan. Pemantauan kondisi sungai dan cuaca terus dilakukan secara berkala guna memastikan situasi tetap terkendali dan tidak terjadi luapan lanjutan.

Pihak terkait juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut, untuk mematuhi arahan petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan dalam berkendara. Masyarakat juga diminta untuk menghindari area terdampak apabila tidak memiliki kepentingan mendesak, hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman dan kondusif.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama pada periode cuaca dengan intensitas hujan tinggi yang dapat berdampak langsung terhadap infrastruktur dan mobilitas masyarakat.

Air meluap ke badan jalan, petugas melakukan penanganan cepat dengan pembersihan sumbatan dan pengaturan lalu lintas hingga jalur kembali dapat dilalui dua arah.

Sumber: Dinas BBPJN Jatim – Bali
Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: Respati

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.