HeadlinePemerintahan

LPG 3 Kg di Lumajang Aman, Harga Tetap Rp18.000 dan Distribusi Diawasi Ketat

1516
×

LPG 3 Kg di Lumajang Aman, Harga Tetap Rp18.000 dan Distribusi Diawasi Ketat

Sebarkan artikel ini

Lumajang, abahtindik.com — Stabilitas distribusi LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan tetap terkendali melalui penguatan pengawasan dan koordinasi lintas pihak. Pemerintah daerah bersama pelaku distribusi energi terus menjaga agar pasokan tetap tersedia, merata, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima subsidi.

Kondisi tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Stabilitas Stok LPG 3 kg dan bahan bakar minyak (BBM) yang digelar di Kantor Bupati Lumajang pada Kamis, 9 April 2026. Rapat ini menjadi forum evaluasi sekaligus konsolidasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pelaku usaha distribusi untuk memastikan tidak terjadi gangguan pasokan di lapangan.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspek distribusi dibahas secara komprehensif, mulai dari ketersediaan stok di tingkat agen dan pangkalan, mekanisme penyaluran, hingga penguatan pengawasan untuk mencegah potensi penyimpangan. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif agar distribusi LPG bersubsidi tetap berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
Sales Branch Manager Wilayah II PT Pertamina Patra Niaga, Andi Reza Ramadhan, menjelaskan bahwa sistem distribusi LPG 3 kg telah dirancang secara terstruktur dan berlapis. Setiap tahapan distribusi dipantau untuk memastikan pasokan dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata, termasuk daerah dengan akses distribusi yang terbatas.

“Distribusi terus kami jaga agar berjalan sesuai ketentuan, sehingga ketersediaan LPG dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat,” ujar Andi Reza usai rapat koordinasi.

Ia menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat distribusi utama, tetapi juga hingga ke pangkalan sebagai titik akhir penyaluran kepada masyarakat. Hal ini penting untuk memastikan LPG bersubsidi benar-benar diterima oleh kelompok sasaran, yaitu rumah tangga prasejahtera dan pelaku usaha mikro.

Selain itu, Andi Reza juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian LPG secara berlebihan. Pembelian yang tidak sesuai kebutuhan berpotensi mengganggu keseimbangan distribusi, terutama di tingkat pangkalan, sehingga dapat memicu kelangkaan semu di sejumlah wilayah.

Menurutnya, peran masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas distribusi. Dengan melakukan pembelian secara bijak dan sesuai kebutuhan, masyarakat turut berkontribusi dalam menjaga ketersediaan LPG bagi seluruh penggun yang berhak.

Sementara itu, Kepala Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Wilayah Besuki Lumajang, Supratigno, memastikan bahwa ketersediaan LPG 3 kg di wilayah Lumajang tetap dalam kondisi aman. Ia juga menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku tetap sebesar Rp18.000 sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Penegasan terkait HET ini menjadi penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat sekaligus mencegah adanya praktik penjualan di atas harga yang telah ditentukan. Pengawasan terhadap harga di tingkat pangkalan juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban distribusi.

Supratigno menambahkan bahwa keberhasilan sistem distribusi LPG bersubsidi tidak hanya bergantung pada pengawasan dari pemerintah dan pelaku usaha, tetapi juga memerlukan kesadaran kolektif dari masyarakat. Penggunaan LPG sesuai peruntukan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan program subsidi energi.

“Masyarakat diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang beredar tanpa sumber yang jelas, terutama yang berkaitan dengan kelangkaan atau kenaikan harga LPG, karena hal tersebut dapat memicu kepanikan dan berdampak pada pola konsumsi yang tidak wajar.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, serta dukungan masyarakat, distribusi LPG bersubsidi di Kabupaten Lumajang diharapkan dapat terus berjalan tertib, lancar, dan merata. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari menjaga stabilitas pasokan energi serta memastikan kebijakan subsidi pemerintah dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang berhak.

Dok: abahtindik.com
Reporter: Alief Leksono
Editor: Respati

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.