HeadlinePemerintahan

Diplomasi Pendidikan dan Perdagangan RI–Mesir Menguat, Wakil Dubes Mesir Bahas Kerja Sama Strategis di Surabaya

262
×

Diplomasi Pendidikan dan Perdagangan RI–Mesir Menguat, Wakil Dubes Mesir Bahas Kerja Sama Strategis di Surabaya

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – abahtindik.com | Penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Mesir kembali mendapatkan momentum melalui pertemuan strategis yang berlangsung di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu (19/4/2026). Agenda ini menjadi bagian dari upaya konkret memperluas kerja sama lintas sektor, khususnya di bidang pendidikan dan perdagangan yang saat ini tengah dalam tahap pengembangan lanjutan.

Pertemuan tersebut menghadirkan Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi, yang hadir bersama jajaran ulama dari Al Azhar, yakni Rois Bi’tsah Syekh Ahmad Muhammad Mabruk serta Syekh Faraq Salim. Kehadiran ketiga tokoh ini mempertegas bahwa pertemuan tidak hanya bersifat diplomasi formal, tetapi juga mengintegrasikan pendekatan keilmuan dan keagamaan sebagai bagian dari fondasi kerja sama.

Diskusi yang berlangsung sejak pagi hari tersebut difokuskan pada sejumlah agenda strategis yang memiliki implikasi jangka panjang. Salah satu poin utama adalah pembahasan terkait proses tindak lanjut penandatanganan protokol kerja sama dengan Gubernur Alexandria, Mesir. Protokol tersebut mencakup sektor perdagangan dan pendidikan, yang hingga saat ini masih berada dalam tahap finalisasi dan koordinasi lanjutan antar pihak terkait.

Selain itu, pertemuan juga mengulas rencana kolaborasi antara sejumlah perguruan tinggi berbasis Nahdlatul Ulama (NU) dengan Al-Azhar University. Kerja sama ini diarahkan pada program combating terrorism, yang menempatkan institusi pendidikan sebagai garda depan dalam membangun narasi moderasi serta menangkal penyebaran paham radikalisme melalui pendekatan akademik dan keagamaan yang terstruktur.

Kunjungan delegasi Mesir ke Surabaya turut didampingi oleh tokoh pendidikan nasional, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim. Kehadiran beliau mencerminkan keterlibatan aktif pesantren dalam diplomasi pendidikan internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring global moderasi Islam yang berbasis pada pendidikan dan nilai keagamaan.

Secara keseluruhan, jalannya diskusi berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, dengan pertukaran gagasan yang mengarah pada peluang implementasi kerja sama nyata. Interaksi antar pihak menunjukkan adanya kesamaan pandangan dalam mendorong kolaborasi yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga berorientasi pada hasil dan keberlanjutan.

Pertemuan ini menjadi indikator bahwa hubungan Indonesia–Mesir terus berkembang ke arah yang lebih strategis, dengan melibatkan tidak hanya pemerintah, tetapi juga institusi pendidikan dan keagamaan sebagai aktor utama. Pendekatan kolaboratif ini dinilai penting dalam menjawab tantangan global, khususnya dalam isu pendidikan, stabilitas sosial, dan penguatan ekonomi berbasis kemitraan internasional.

Momentum di Masjid Al Akbar Surabaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa diplomasi modern tidak lagi terbatas pada hubungan antarnegara secara formal, melainkan juga mencakup sinergi antar lembaga dan komunitas yang memiliki peran langsung dalam pembangunan sumber daya manusia dan peradaban.

Dok: analisapublik.id
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.