KEBUMEN – abahtindik.com | Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi Jawa Tengah melaksanakan pekerjaan preservasi jalan pada ruas Wangon–Sampang–Buntu–Batas Kebumen. Ruas ini merupakan bagian dari jalur lintas selatan yang menghubungkan Kabupaten Banyumas dengan Kabupaten Kebumen, sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarwilayah.
Pelaksanaan preservasi ini diarahkan untuk menjaga tingkat kemantapan jalan nasional agar tetap optimal, sekaligus meningkatkan standar keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, mencakup rekonstruksi pada segmen yang membutuhkan perbaikan struktural, rehabilitasi mayor pada titik-titik dengan penurunan kondisi, serta pemeliharaan berkala guna mencegah kerusakan lebih lanjut.
Proyek ini dilaksanakan melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears contract/MYC) dengan nilai sebesar Rp158,9 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pekerjaan dimulai pada Desember 2025 dan ditargetkan selesai pada Juni 2027, dengan tahapan pelaksanaan yang disusun untuk memastikan kesinambungan kualitas pekerjaan di sepanjang ruas.
Berdasarkan data BBPJN Jateng–DIY, total panjang penanganan pada ruas ini mencapai 14,88 kilometer. Dari jumlah tersebut, sepanjang 12,98 kilometer ditangani melalui rekonstruksi jalan, sementara 1,90 kilometer lainnya masuk dalam kategori rehabilitasi mayor. Selain itu, kegiatan juga mencakup pemeliharaan berkala jembatan dengan total panjang 324,80 meter sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pendukung.
Penanganan yang terintegrasi antara badan jalan dan struktur jembatan ini menunjukkan pendekatan preservasi yang komprehensif, tidak hanya berfokus pada perbaikan permukaan jalan, tetapi juga pada keberlanjutan fungsi jaringan jalan secara keseluruhan. Hal ini menjadi penting mengingat ruas Wangon–Sampang–Buntu–Bts. Kebumen merupakan koridor vital bagi mobilitas harian masyarakat serta distribusi barang dan jasa di kawasan selatan Jawa Tengah.
Melalui program preservasi ini, pemerintah menargetkan kondisi jalan yang semakin mantap, aman, dan nyaman bagi pengguna. Peningkatan kualitas infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar arus transportasi, menekan potensi risiko kecelakaan akibat kerusakan jalan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah melalui konektivitas yang lebih andal.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pekerjaan Umum dalam memastikan infrastruktur jalan nasional tetap berfungsi optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sejalan dengan upaya pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan publik.
Sumber: BBPJN Jateng–DIY
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati











