Depok, abahtindik.com — Listyo Sigit Prabowo resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korps Brimob Polri Tahun 2026 yang digelar di Mako Brimob Polri, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan peran strategis Brimob dalam mendukung program Polri sekaligus menyukseskan rencana kerja pemerintah tahun 2026.
Pembukaan Rakernis diawali dengan laporan komandan upacara di lapangan Mako Brimob. Seluruh personel Brimob yang hadir kemudian mengikuti rangkaian kegiatan dengan duduk dan mendengarkan arahan langsung dari Kapolri. Forum ini dihadiri sejumlah pejabat utama Polri, di antaranya Syahardiantono dan Yuda Gustawan, serta jajaran pimpinan lainnya.
Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa Rakernis merupakan momentum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan tugas sekaligus merumuskan langkah operasional ke depan. Korps Brimob disebut sebagai satuan elit Polri yang memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, termasuk dalam penanganan gangguan kamtibmas, konflik sosial, hingga ancaman terorisme.
“Saya senang bisa bertatap muka langsung dengan pasukan elite kebanggaan saya. Tentunya ini menjadi bentuk bahwa rekan-rekan semua selalu siap melaksanakan tugas untuk menjaga amanat dan menjaga institusi kita tercinta,” ujar Kapolri.
Selain menyoroti penguatan internal, Kapolri juga memaparkan dinamika global yang dinilai berdampak langsung terhadap kondisi nasional. Ia menyinggung eskalasi geopolitik internasional, termasuk konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang memicu gangguan pada sektor energi dunia.
“Beberapa waktu yang lalu terjadi serangan terhadap kilang minyak yang terjadi di Saudi, kemudian dibalas,” jelasnya.
Kapolri menambahkan bahwa situasi di Selat Hormuz turut memperburuk kondisi tersebut. Jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen distribusi energi global itu mengalami gangguan akibat serangan terhadap kapal-kapal yang melintas.
“Saat ini di Selat Hormuz kapal-kapal yang lewat juga terjadi penyerangan sehingga ini berdampak ke situasi energi yang hampir 20% melewati Selat Hormuz, dan itu berdampak pada situasi energi di dunia,” lanjutnya.
Dampak dari kondisi global tersebut, menurut Kapolri, mulai dirasakan di dalam negeri, salah satunya melalui fluktuasi harga bahan bakar. Oleh karena itu, kesiapsiagaan aparat, termasuk Korps Brimob, menjadi krusial dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat timbul akibat tekanan ekonomi maupun dinamika sosial.
Kapolri juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme dan kesiapan operasional personel melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, serta peningkatan kemampuan taktis dan teknis. Sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional.
Dalam pelaksanaan tugas, personel Brimob diingatkan untuk tetap mengedepankan pendekatan humanis sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tanpa mengabaikan ketegasan dalam penegakan hukum.
Mengakhiri arahannya, Kapolri secara resmi membuka Rakernis Korps Brimob Polri Tahun 2026 sebagai langkah konsolidasi strategis institusi dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Sumber: Divisi Humas Polri
Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan











