SURABAYA, abahtindik.com | Aktivitas pendemo di depan DPRD Provinsi Jawa Timur berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas (28/4/2026), seiring dengan aksi pengemudi ojek online (ojol) yang turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap sistem aplikasi yang merugikan pihak driver ojol
Aksi ini diperkirakan melibatkan sekitar 2.000 peserta yang merupakan perwakilan driver dari berbagai daerah di Jawa Timur.
massa akan bergerak menuju Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur di Jalan Indrapura Surabaya. Pergerakan konvoi ini menyuarakan aspirasi mereka terhadap kebijakan aplikasi yang diduga sangat merugikan pihak driver ojol.
Salah satu driver ojol, Fuad menegaskan bahwa kebanyakan driver ojol keberatan dengan potongan yang di ambil oleh pihak Aplikasi, selain itu ada juga point yang ditegaskan pada pernyataan Fuad, driver di mata aplikasi selalu salah kurangnya keadilan yang di terima oleh driver menjadi salah 1 point yang membuat terjadinya demo pada hari ini.
Pihak kepolisian bersama instansi terkait diperkirakan akan melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus di beberapa titik strategis, guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama aksi berlangsung. Pengguna jalan, khususnya yang melintasi jalur tersebut, dihimbau untuk mengatur waktu perjalanan atau mencari alternatif rute guna menghindari kemacetan.
Selain itu, pengaturan lalu lintas juga bertujuan untuk memastikan keamanan seluruh pihak, baik peserta aksi maupun pengguna jalan lainnya. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu meminimalkan potensi gangguan serta menjaga situasi tetap kondusif.
Aksi ini menjadi salah satu agenda yang berdampak langsung pada mobilitas perkotaan, sehingga koordinasi antara aparat, peserta aksi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas di Kota Surabaya.
Sumber: abahtindik.com
Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: Respati











