HeadlinePemerintahan

Dana Sitaan Korupsi untuk MBG Dinilai Kembalikan Hak Rakyat

1805
×

Dana Sitaan Korupsi untuk MBG Dinilai Kembalikan Hak Rakyat

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – abahtindik.com | Anggota DPD RI asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang berencana memanfaatkan dana sitaan kasus korupsi untuk membantu pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.

Dukungan tersebut disampaikan LaNyalla karena kebijakan itu dinilai menjadi bentuk pengembalian hak rakyat melalui program yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Selain mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dana hasil tindak pidana korupsi dianggap lebih tepat jika dikembalikan untuk kepentingan publik.

“Saya mendukung. Selain untuk mengurangi beban APBN, pada hakikatnya ini adalah mengembalikan uang rakyat kepada pemilik sahnya, yaitu rakyat itu sendiri melalui program yang secara langsung juga diterima oleh rakyat,” ujar LaNyalla, Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, program MBG kini berkembang menjadi salah satu intervensi sosial-ekonomi terbesar yang dijalankan pemerintah. Berdasarkan kajian Kadin Indonesia, perputaran uang dari jaringan dapur MBG diperkirakan mencapai sekitar Rp900 miliar setiap hari.

LaNyalla menilai besarnya sirkulasi dana tersebut mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian nasional, terutama pada sektor pangan, peternakan, pertanian, hingga pelaku usaha kecil di daerah.

“Uang Rp900 miliar berputar setiap hari melalui jaringan dapur MBG. Ini menjadi salah satu mekanisme sirkulasi uang berbasis komunitas terbesar yang pernah dibangun negara ini,” katanya.

Ia menjelaskan, belanja pemerintah dalam program MBG tidak berhenti pada konsumsi akhir semata. Dana yang digelontorkan pemerintah akan mengalir ke berbagai sektor produksi, memunculkan permintaan baru, sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di sepanjang rantai pasok pangan nasional.

Berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, injeksi anggaran sebesar Rp43,28 triliun dari program MBG disebut mampu menghasilkan dampak output ekonomi hingga Rp294,08 triliun atau memiliki efek pengganda ekonomi sekitar 1:7.

Meski demikian, LaNyalla mengingatkan pemerintah agar memperkuat ketahanan rantai pasok bahan baku program MBG agar tidak bergantung pada impor, khususnya untuk kebutuhan susu sapi.

Ia menilai peternak dan pekebun skala kecil harus diperkuat agar mampu menjadi bagian utama dalam pemenuhan kebutuhan pangan program tersebut.

“Pasokan susu sapi kita untuk kebutuhan MBG masih jauh dari cukup. Ini harus dipikirkan. Begitu pula bahan baku lainnya. Peternak skala kecil harus dibesarkan,” tegasnya.

Selain itu, LaNyalla berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat difungsikan sebagai off-taker hasil produksi peternak dan pekebun kecil di desa. Dengan begitu, rantai pasok pangan dapat dibangun langsung dari desa menuju dapur MBG.

Menurutnya, konsep tersebut akan membuat manfaat ekonomi program benar-benar dirasakan masyarakat desa sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis produksi lokal.

“Jangan sekadar menjelma menjadi minimarket baru yang menjual produk industri besar. Rantai pasok desa harus dibangun agar anak-anak di desa makan dari hasil panen orang tua mereka sendiri,” pungkasnya.

Reporter: Kiki Juanda

Editor: H Muhajir Wahyu Ramadhan

Sumber: Abahtindik.com

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.