Headline

JLS Lot 2 Blitar Dikebut, BBPJN Jatim–Bali Target Rampung Oktober 2026 untuk Perkuat Konektivitas Pesisir Selatan

580
×

JLS Lot 2 Blitar Dikebut, BBPJN Jatim–Bali Target Rampung Oktober 2026 untuk Perkuat Konektivitas Pesisir Selatan

Sebarkan artikel ini

BLITAR, abahtindik.com – Pembangunan infrastruktur strategis di kawasan selatan Jawa Timur terus menunjukkan progres yang signifikan. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali melalui PPK 2.7 Provinsi Jawa Timur saat ini tengah menuntaskan pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JLS) Lot 2 yang berada di wilayah Kabupaten Blitar. Proyek nasional tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya di kawasan pesisir selatan Jawa Timur yang selama ini terus berkembang sebagai koridor ekonomi baru.

Pembangunan ruas Jalan Jalur Lintas Selatan Lot 2 ini memiliki total panjang mencapai 12,855 kilometer dengan spesifikasi lebar jalan 2 x 3,5 meter. Ruas tersebut dirancang untuk mendukung mobilitas kendaraan secara lebih aman, nyaman, dan efisien, sekaligus menjadi akses utama yang menghubungkan sejumlah kawasan strategis di wilayah selatan Kabupaten Blitar.

Keberadaan ruas jalan ini dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kelancaran transportasi masyarakat, distribusi barang dan jasa, hingga membuka keterisolasian sejumlah wilayah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses infrastruktur darat. Dengan tersambungnya jalur ini, aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan JLS Lot 2 tidak hanya mencakup konstruksi badan jalan, namun juga dilengkapi dengan pembangunan tiga jembatan utama yang menjadi bagian integral dari proyek tersebut. Ketiga jembatan itu yakni Jembatan Pangi, Jembatan Gayasan, dan Jembatan Kali Centong.

Keberadaan tiga jembatan tersebut memiliki fungsi vital dalam memastikan konektivitas lintas kawasan dapat berjalan secara optimal. Infrastruktur tersebut menghubungkan Desa Bululawang dengan Desa Tambakrejo, sekaligus menjadi penunjang utama mobilitas masyarakat, aktivitas logistik, hingga akses menuju berbagai kawasan produktif di wilayah pesisir selatan.

Dengan karakteristik geografis wilayah selatan yang memiliki kontur perbukitan, aliran sungai, serta kondisi medan yang cukup menantang, pembangunan jembatan pada ruas ini menjadi elemen teknis yang sangat penting untuk memastikan konektivitas jalan dapat berfungsi secara maksimal sepanjang tahun.

Proyek pembangunan JLS Lot 2 ini dilaksanakan dengan masa pekerjaan selama 1.020 hari kerja. Hingga saat ini, proses konstruksi terus berjalan dengan target penyelesaian pada Oktober 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Apabila seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target, keberadaan ruas JLS Lot 2 di Kabupaten Blitar diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan wilayah. Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, proyek ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata yang menjadi salah satu potensi unggulan di kawasan selatan Blitar.

Tidak hanya itu, akses jalan yang semakin baik juga diyakini akan membuka peluang investasi baru, memperlancar arus perdagangan, mempercepat distribusi hasil pertanian maupun perikanan, serta mendorong tumbuhnya berbagai aktivitas usaha masyarakat lokal di sepanjang koridor jalan tersebut.

Pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan infrastruktur nasional, khususnya di wilayah selatan Jawa Timur, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.

Sumber: BBPJN Jawa Timur–Bali
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.