HeadlinePemerintahan

Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, Distribusi Makanan Dievaluasi

1458
×

Ratusan Siswa di Surabaya Diduga Keracunan Usai Konsumsi MBG, Distribusi Makanan Dievaluasi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – abahtindik.com | Ratusan pelajar dari sejumlah sekolah di kawasan Tembok Dukuh, Kota Surabaya, mengalami gejala diduga keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026). Insiden tersebut memicu evaluasi terhadap distribusi makanan dan standar keamanan pangan program MBG di wilayah itu.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun petugas kesehatan, sedikitnya 200 siswa dari 12 sekolah mulai tingkat TK, SD, hingga SMP mengalami keluhan mual, muntah, pusing, dan lemas beberapa saat setelah menyantap makanan yang dibagikan dari satu titik pelayanan gizi.

Sebagian siswa sempat mendapatkan penanganan medis di RS Ibu dan Anak IBI Surabaya. Sementara siswa lainnya ditangani langsung oleh tim kesehatan di lingkungan sekolah masing-masing.

Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, drg. Tiyas Pranadani, mengatakan dugaan sementara mengarah pada makanan program MBG karena seluruh siswa terdampak menerima distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.

Menurutnya, laporan pertama diterima sekitar pukul 09.00 WIB setelah pihak sekolah melaporkan sejumlah siswa mengalami mual dan muntah usai makan.

“Data korban masih terus diperbarui karena laporan dari sekolah terus masuk. Namun seluruh siswa yang diperiksa sejauh ini mengalami gejala ringan,” ujar drg. Tiyas seperti dikutip dari laporan media setempat.

Hingga Senin sore, belum ada laporan siswa yang harus menjalani rawat inap. Mayoritas korban disebut telah membaik setelah mendapatkan penanganan awal dari tenaga kesehatan.

Tim kesehatan bersama instansi terkait kini masih melakukan pendataan dan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. Pemeriksaan terhadap sampel makanan dan proses distribusi juga tengah dilakukan sebagai bagian dari investigasi.

Pihak otoritas kesehatan turut mengevaluasi mekanisme distribusi makanan dari SPPG yang memasok menu ke sekolah-sekolah terdampak. Evaluasi difokuskan pada aspek kebersihan, kualitas bahan pangan, proses pengolahan, hingga penyimpanan makanan sebelum dikonsumsi siswa.

Kasus ini kembali menjadi sorotan publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, terutama terkait pengawasan mutu makanan dan standar keamanan pangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Editor: H Muhajir Wahyu Ramadhan

Reporter: Rijen Senario

Sumber: Abahtindik.com

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.