Headline

LPKAN Jatim Soroti Surplus Hewan Kurban 2026, Validasi SKKH dan Tekanan Rupiah Dinilai Krusial Lindungi Peternak Rakyat

2376
×

LPKAN Jatim Soroti Surplus Hewan Kurban 2026, Validasi SKKH dan Tekanan Rupiah Dinilai Krusial Lindungi Peternak Rakyat

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – abahtindik.com | Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah tahun 2026, ketersediaan hewan kurban di Jawa Timur dilaporkan berada dalam kondisi surplus. Namun di balik kecukupan pasokan tersebut, Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Jawa Timur mengingatkan bahwa validasi dokumen kesehatan ternak serta tekanan ekonomi akibat pelemahan nilai tukar rupiah masih menjadi faktor penentu dalam menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan LPKAN Jawa Timur di Surabaya, menjelang puncak distribusi hewan kurban ke berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan hasil pemantauan lembaga tersebut, proyeksi kebutuhan sapi, kambing, dan domba untuk Iduladha tahun ini secara umum dapat dipenuhi oleh peternak lokal maupun sentra peternakan di sejumlah kabupaten di Jawa Timur.

Kondisi surplus ini dinilai menjadi indikator positif terhadap pemulihan sektor peternakan nasional setelah beberapa tahun terakhir pemerintah memperketat pengawasan lalu lintas ternak dan mitigasi penyakit hewan menular.

Meski demikian, LPKAN menegaskan bahwa ketersediaan populasi ternak tidak otomatis menjamin kelancaran distribusi maupun perlindungan ekonomi bagi peternak apabila proses penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) tidak berjalan optimal.

Menurut hasil evaluasi lembaga tersebut, SKKH menjadi instrumen vital dalam pengawasan mobilitas ternak antarwilayah. Dokumen tersebut tidak hanya memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak konsumsi, tetapi juga menjadi benteng awal untuk mencegah penyebaran penyakit hewan ke sentra produksi maupun pasar ternak.

LPKAN menilai dinas peternakan di tingkat kabupaten dan provinsi perlu memastikan proses pemeriksaan kesehatan, verifikasi administrasi, hingga penerbitan SKKH berjalan cepat, akurat, dan terintegrasi agar distribusi hewan kurban tidak mengalami hambatan saat permintaan mencapai puncaknya.

Selain persoalan administrasi kesehatan ternak, LPKAN Jawa Timur juga menyoroti pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai dapat menekan biaya produksi peternakan rakyat.

Kenaikan harga bahan baku pakan impor, obat-obatan veteriner, vitamin ternak, hingga biaya distribusi logistik disebut berpotensi mengurangi margin keuntungan peternak apabila tidak diantisipasi melalui kebijakan stabilisasi harga dan penguatan rantai pasok domestik.

Karena itu, LPKAN mendorong pemerintah daerah, dinas peternakan, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan distribusi ternak, memastikan ketersediaan SKKH, serta menjaga stabilitas pasar agar momentum Iduladha tidak hanya memenuhi kebutuhan ibadah masyarakat, tetapi juga menjadi sarana perlindungan ekonomi bagi peternak rakyat.

Menurut lembaga tersebut, keberhasilan pengelolaan distribusi hewan kurban tahun 2026 akan menjadi indikator penting efektivitas tata kelola sektor peternakan nasional di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

Editor: H Muhajir Wahyu Ramadhan
Sumber: abahtindik.com

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.