SURABAYA, abahtindik.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 melalui jalur domisili menuai keluhan dari sejumlah masyarakat. Sejak dibukanya tahapan pendaftaran, banyak wali murid mengaku mengalami kesulitan saat mengakses sistem daring SPMB Jatim akibat gangguan teknis yang diduga terjadi pada server maupun aplikasi pendaftaran.
Keluhan tersebut mendapat sorotan dari pemerhati pendidikan Surabaya, Aries, yang menilai permasalahan teknis dalam proses penerimaan peserta didik baru tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut masa depan ribuan calon siswa dan siswi yang sedang berjuang mendapatkan sekolah sesuai pilihan mereka.
Menurut Aries, berbagai laporan dari masyarakat menunjukkan adanya kendala serius pada sistem pendaftaran. Beberapa wali murid mengaku kesulitan saat memasukkan PIN pendaftaran karena sistem mengalami gangguan, tidak merespons, hingga muncul kondisi hang yang menyebabkan proses tidak dapat dilanjutkan.
“Banyak masyarakat yang menghubungi dan menyampaikan keluhan terkait pelaksanaan SPMB Jatim tahun 2026 ini. Ada yang sudah mencoba berkali-kali memasukkan PIN tetapi tidak bisa karena sistem error atau hang. Akibatnya proses pendaftaran menjadi terhambat,” ujar Aries kepada media, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan dalam proses pendaftaran. Tidak sedikit wali murid yang panik karena khawatir kehilangan kesempatan mendaftarkan anaknya akibat sistem yang tidak berjalan normal.
Bahkan, kata Aries, beberapa orang tua mengaku mengalami kebingungan saat memilih jalur pendaftaran karena sistem yang lambat membuat data tidak segera tersimpan maupun diperbarui secara real time.
“Akibat sistem yang bermasalah, ada wali murid yang mengaku salah melakukan pendaftaran. Ini tentu sangat merugikan karena proses SPMB memiliki jadwal dan tahapan yang ketat. Ketika sistem tidak berjalan baik, masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan,” katanya.
Selain kendala pada saat pendaftaran, masyarakat juga mengeluhkan sulitnya memperoleh informasi mengenai posisi sementara calon peserta didik setelah proses pendaftaran dilakukan.
Menurut Aries, setelah calon siswa menyelesaikan proses pendaftaran dan mencoba melihat hasil atau posisi peringkat pada jalur domisili, sistem tidak menampilkan pembaruan data secara maksimal.
“Banyak yang mempertanyakan setelah daftar, ketika ingin mengecek pengumuman atau posisi sementara pada jalur domisili, datanya tidak segera muncul. Masyarakat menjadi bingung apakah pendaftaran mereka sudah berhasil atau belum,” ujarnya.
Aries menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, khususnya tim teknologi informasi yang bertanggung jawab terhadap operasional sistem SPMB.
Ia mempertanyakan kesiapan infrastruktur teknologi yang digunakan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, mengingat tingginya jumlah pengguna yang mengakses sistem secara bersamaan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh. Apakah kapasitas server yang digunakan sudah mencukupi? Berapa kemampuan pengolahan data yang dimiliki sistem saat ini? Karena jika akses dilakukan secara serentak oleh puluhan bahkan ratusan ribu pengguna, tentu harus didukung infrastruktur yang memadai,” katanya.
Menurutnya, sistem penerimaan peserta didik berbasis digital seharusnya memberikan kemudahan, transparansi, dan kepastian informasi bagi masyarakat. Namun apabila gangguan teknis terus terjadi, kepercayaan publik terhadap pelaksanaan SPMB dapat menurun.
Aries berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur segera melakukan langkah-langkah perbaikan agar seluruh tahapan SPMB 2026 dapat berjalan lancar dan tidak merugikan calon peserta didik maupun orang tua.
“Saya berharap pihak IT Dinas Pendidikan Jawa Timur segera melakukan pembenahan dan optimalisasi sistem SPMB Jatim 2026. Jangan sampai siswa dan siswi yang sedang berjuang mencari sekolah justru dirugikan karena masalah teknis yang sebenarnya bisa diantisipasi,” tegasnya.
Ia juga meminta adanya informasi resmi dan transparan kepada masyarakat terkait kondisi sistem apabila memang terjadi gangguan, sehingga para wali murid memperoleh kepastian dan tidak mengalami kepanikan saat proses pendaftaran berlangsung.
Hingga berita ini ditulis, keluhan mengenai akses sistem SPMB Jatim 2026 masih ramai disampaikan masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi dan media sosial. Masyarakat berharap gangguan yang terjadi dapat segera diatasi sehingga proses penerimaan peserta didik baru berjalan lancar, transparan, dan memberikan kepastian bagi seluruh calon siswa di Jawa Timur.
Reporter : Respati
Editor : H Muhajir Wahyu Ramadhan











