Bojonegoro, abahtindik.com – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali (BBPJN Jatim–Bali) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.6 Provinsi Jawa Timur terus melaksanakan Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Babat–Bojonegoro–Padangan–Ngawi.
Pekerjaan tersebut dilakukan untuk menjaga tingkat kemantapan jalan nasional sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Timur. Saat ini, seluruh rangkaian pekerjaan dilaporkan masih berlangsung sesuai dengan jadwal pelaksanaan.
Pada lokasi rekonstruksi perkerasan kaku atau rekon rigid Kilometer 134 Segmen IV, tepatnya di Desa Ngraho, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, pekerjaan meliputi penghamparan material urukan pilihan dan pemasangan geomembran.
Sementara itu, di lokasi rekon rigid Kilometer 149 Segmen V, wilayah Tinggang, Kecamatan Ngraho, pekerjaan difokuskan pada proses penggalian dan pengurukan material timbunan. Petugas juga melakukan pemadatan material serta pembangunan saluran drainase menggunakan konstruksi U-Ditch.
Penggunaan material urukan pilihan dan proses pemadatan dilakukan untuk memperkuat struktur dasar jalan sebelum memasuki tahapan pekerjaan berikutnya. Adapun pemasangan geomembran berfungsi sebagai lapisan pemisah sekaligus membantu menjaga kestabilan konstruksi jalan.
Pembangunan saluran U-Ditch juga menjadi bagian penting dalam pekerjaan tersebut. Saluran itu diharapkan dapat mengalirkan air secara optimal sehingga genangan yang berpotensi mempercepat kerusakan konstruksi jalan dapat diminimalkan.
Secara keseluruhan, Paket Preservasi Jalan dan Jembatan Babat–Bojonegoro–Padangan–Ngawi mencakup penanganan jalan sepanjang 4,72 kilometer. Selain jalan, pekerjaan juga mencakup penanganan jembatan sepanjang 49 meter yang berada di Jembatan Budug dan Jembatan Sumberrejo.
Pelaksanaan preservasi dilakukan melalui sejumlah tahapan pekerjaan konstruksi yang disesuaikan dengan kondisi setiap lokasi. Pekerjaan tersebut mencakup penanganan struktur jalan, perbaikan sistem drainase, pemadatan material serta penanganan bagian jembatan yang masuk dalam paket preservasi.
BBPJN Jatim–Bali menegaskan bahwa preservasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur jalan dan jembatan yang semakin andal, aman, serta nyaman bagi masyarakat dan pengguna jalan.
Kondisi jalan nasional yang mantap diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Infrastruktur yang memadai juga menjadi unsur penting dalam memperkuat hubungan antardaerah di sepanjang koridor Babat, Bojonegoro, Padangan hingga Ngawi.
Melalui pekerjaan tersebut, pemerintah berharap konektivitas wilayah semakin kuat, distribusi logistik berjalan lebih lancar, serta kegiatan perekonomian masyarakat di Jawa Timur dapat terus berkembang.
Editor: Respati
Sumber: BBPJN Jawa Timur–Bali











