Infrastruktur

Mitigasi Kekeringan, Sedimen Embung Tunggak Grobogan Dikeruk

1640
×

Mitigasi Kekeringan, Sedimen Embung Tunggak Grobogan Dikeruk

Sebarkan artikel ini
pengerukan embung konservasi yang berada di wilayah Daerah Aliran Sungai Serang-Lusi untuk mengurangi risiko kekurangan pasokan ketika musim kemarau berlangsung.

GROBOGAN, Abahtindik.com | Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melakukan pengangkatan sedimen di Embung Tunggak, Desa Tunggak, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan kapasitas tampungan air sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan.

Embung Tunggak merupakan embung konservasi off stream yang berada di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang-Lusi. Embung tersebut memiliki kapasitas tampungan sekitar 35.000 meter kubik dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan irigasi lahan pertanian sekitar 50 hektare.

Seiring waktu, sedimen yang terbawa aliran air mengendap di dasar embung dan mengurangi volume tampungan. Kondisi itu membuat kemampuan embung dalam menyimpan air tidak lagi maksimal.

Musim kemarau dimanfaatkan BBWS Pemali Juana untuk melakukan pengerukan karena dasar embung dalam kondisi lebih kering sehingga alat dan petugas lebih mudah menjangkau lokasi endapan.

Pengangkatan sedimen diharapkan dapat mengembalikan kapasitas tampungan Embung Tunggak sehingga lebih optimal menampung air hujan ketika musim penghujan tiba. Air yang tersimpan selanjutnya dapat menjadi cadangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pertanian saat memasuki musim kering.

Selain menjaga fungsi tampungan, pekerjaan tersebut menjadi bagian dari mitigasi dampak kekeringan dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi El Niño. Dengan kapasitas yang kembali optimal, ketersediaan air untuk irigasi di sekitar embung diharapkan dapat lebih terjaga.

Kepala Desa Tunggak, Akhmat Bukoiri, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pemeliharaan infrastruktur sumber daya air di wilayahnya.

Ia menilai pengangkatan sedimen penting untuk menjaga fungsi Embung Tunggak sebagai tampungan air konservasi yang selama ini memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama petani.

Pemeliharaan embung secara berkala diharapkan mampu mempertahankan kapasitas penyimpanan air sekaligus mengurangi risiko kekurangan pasokan ketika musim kemarau berlangsung. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari menjaga keberlanjutan layanan infrastruktur sumber daya air bagi masyarakat Grobogan.

Reporter Respati

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.