LUMAJANG, Abahtindik.com – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bantuan disalurkan ke Dusun Darungan 2, Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, Sabtu (15/8/2026).
Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari tujuh Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 20 jiwa yang tinggal di RT 002/RW 008. Penyaluran tersebut dilakukan sebagai respons atas keterbatasan warga dalam memperoleh air bersih selama kondisi kekeringan.
Warga di kawasan tersebut mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air karena lokasi permukiman cukup jauh dari sumber mata air. Selain itu, wilayah terdampak belum memperoleh pasokan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), sehingga masyarakat membutuhkan dukungan distribusi air untuk mencukupi kebutuhan dasar.
Air bersih yang disalurkan BBWS Brantas diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama kebutuhan yang paling mendesak selama sumber air di sekitar permukiman mengalami keterbatasan.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari langkah respons cepat BBWS Brantas dalam menangani dampak kekeringan yang dialami masyarakat di wilayah kerjanya. Dengan semangat **“Cari, Temukan, Eksekusi”**, petugas terus melakukan identifikasi terhadap lokasi yang membutuhkan bantuan dan menindaklanjutinya melalui penyaluran air bersih secara tepat sasaran.
Pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air tidak harus menunggu terlalu lama. Informasi mengenai wilayah terdampak menjadi penting agar petugas dapat segera melakukan pengecekan kondisi lapangan dan menentukan bentuk penanganan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar, terutama pada musim kemarau ketika sejumlah sumber air mengalami penurunan debit. Kondisi tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari kebutuhan minum, memasak, mandi hingga sanitasi rumah tangga.
Karena itu, distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penanganan sementara untuk membantu masyarakat melewati masa kekeringan hingga kondisi sumber air kembali membaik atau tersedia alternatif pasokan yang lebih berkelanjutan.
BBWS Brantas juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga ketersediaan sumber daya air. Penggunaan air secara bijak serta menjaga sumber dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kekeringan, terutama saat musim kemarau berlangsung.
Masyarakat juga didorong segera melaporkan apabila menemukan wilayah yang mengalami krisis atau kesulitan air bersih. Pelaporan dini diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi dan penanganan sehingga bantuan dapat disalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Melalui penyaluran 5.000 liter air bersih di Desa Jatisari tersebut, Kementerian PU melalui BBWS Brantas menegaskan komitmennya untuk hadir membantu masyarakat dalam menghadapi keterbatasan akses air.
Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak terkait diharapkan terus diperkuat agar dampak kekeringan dapat diminimalkan sekaligus menjaga keberlanjutan pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat di Kabupaten Lumajang.











