Infrastruktur

TPST Kebon Talo Mataram Dibangun, Siap Olah 60 Ton Sampah per Hari

1476
×

TPST Kebon Talo Mataram Dibangun, Siap Olah 60 Ton Sampah per Hari

Sebarkan artikel ini
Pembangunan TPST Kebon Talo mendukung pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan di Mataram.

MATARAM, Abahtindik.com – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah di daerah. Salah satunya melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dipersiapkan untuk membantu menangani persoalan sampah secara lebih terpadu dan berkelanjutan.

Pembangunan TPST Kebon Talo menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah perkotaan. Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 60 ton sampah per hari.

Sampah yang masuk nantinya tidak langsung dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA), tetapi terlebih dahulu melalui sejumlah tahapan pengelolaan, mulai dari pemilahan, pengolahan hingga pemanfaatan kembali sesuai jenis dan karakteristik sampah.

Dengan sistem tersebut, volume sampah yang harus berakhir di TPA diharapkan dapat berkurang secara signifikan. Selain membantu memperpanjang masa pelayanan TPA, keberadaan TPST juga diharapkan meningkatkan kualitas lingkungan serta mendukung terwujudnya Kota Mataram yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kementerian PU menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan membangun fasilitas fisik. Pengelolaan sampah juga membutuhkan dukungan masyarakat melalui perubahan perilaku dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menteri PU Dody Hanggodo menekankan, perkembangan teknologi memungkinkan sampah pada masa mendatang diolah menjadi sumber energi, termasuk listrik. Namun, upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan perubahan budaya masyarakat dalam memperlakukan sampah.

Ia mengingatkan pentingnya menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai dan laut. Sampah yang menumpuk di saluran air maupun sungai dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya banjir. Sementara itu, sampah yang sampai ke laut juga menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih luas.

Karena itu, pembangunan TPST Kebon Talo diharapkan tidak hanya menjadi solusi teknis pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memilah serta membuang sampah secara bertanggung jawab.

Kementerian PU terus mendorong pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Penguatan sistem pengelolaan sampah menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan kawasan perkotaan yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

Melalui pembangunan TPST Kebon Talo, pemerintah berharap pengelolaan sampah di Mataram dapat semakin efektif sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.